Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Migas Akan Habis, Inilah Mesin Uang Baru di Bojonegoro

Bachtiar Febrianto • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:59 WIB
SUMUR TUA WONOCOLO : Kawasan ini masuk geopark Bojonegoro.
SUMUR TUA WONOCOLO : Kawasan ini masuk geopark Bojonegoro.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Kabupaten penghasil migas terbesar di Jawa Timur ini sedang berjalan di atas garis waktu yang kian menipis. Lapangan minyak Banyu Urip, yang menyumbang lebih dari 200 ribu barel per hari pada puncaknya, kini menuju titik penurunan produksi.

Dalam hitungan tahun, sumber devisa dan PAD dari sektor ini bisa menguap. Jika tidak ada strategi transisi ekonomi yang matang, Bojonegoro terancam alami “shock” pendapatan.

Jawaban yang mulai dilirik Pemkab adalah sektor pariwisata. Bukan sekadar wisata alam biasa, melainkan Geopark Nasional Bojonegoro, satu-satunya geopark di Indonesia yang memadukan warisan energi fosil, geologi unik, dan budaya lokal sebagai narasi utama.

Keunikan yang Tak Dimiliki Daerah Lain

Geopark ini mencakup 16 geosite, 3 biosite, dan 8 cultural site, membentang di area seluas 2.322 km² dan mencakup 28 kecamatan. Ikonnya antara lain:

  1. Teksas Wonocolo – sumur minyak tua berusia ratusan tahun yang masih aktif dengan teknik tradisional.
  2. Kayangan Api – api abadi yang menyala alami selama ratusan tahun.
  3. Antiklin Kawengan – struktur lipatan batuan yang jadi buku terbuka sejarah bumi.
  4. Goa Soko & Karst Gunung Pegat – surga peneliti dan pecinta alam.

Masalah Besar: Wisata Belum Terintegrasi

Saat ini, wisatawan harus mengunjungi tiap lokasi secara terpisah, tanpa jalur tematik atau sistem tiket terpadu. Potensi ekonomi belum termaksimalkan, padahal daerah lain seperti Banyuwangi dan Bondowoso sudah sukses mengintegrasikan wisata alamnya dengan e-ticketing, paket tur, dan promosi digital.

Bentuk & Sistem Wisata Potensial yang Harus Dibangun

  1. Jalur Wisata Tematik Geopark. Paket 2–3 hari yang menggabungkan Teksas Wonocolo, Kayangan Api, Goa Soko, dan desa wisata budaya.
  2. E-Ticketing & Reservasi Online. Satu tiket untuk semua geosite, bisa dipesan lewat aplikasi resmi Geopark Bojonegoro.
  3. Wisata Edukasi Digital. Pusat Informasi Geologi dilengkapi VR/AR untuk “menggali minyak” secara virtual atau melihat proses pembentukan antiklin.
  4. Desa Wisata Mandiri. Homestay dan UMKM kerajinan tematik di sekitar geosite, dikelola masyarakat lokal untuk memastikan manfaat ekonomi langsung.
  5. Festival Tahunan Geopark Bojonegoro. Menggabungkan pameran budaya, kuliner, hingga riset geologi terbuka untuk publik dan akademisi.

Arah Masa Depan

Pemkab Bojonegoro sudah memulai langkah dengan mendaftarkan Geopark Nasional Bojonegoro sebagai kandidat UNESCO Global Geopark 2025 dan meraih skor 81,30, masuk dua besar nasional. Jika lolos, status ini akan membawa promosi global, kunjungan wisatawan asing, hingga peluang riset internasional.

Bojonegoro tidak bisa menunggu sumur minyak terakhir mengering baru mulai bergerak. Geopark adalah cadangan masa depan yang tak akan habis jika dikelola serius. Namun, tanpa revolusi sistem wisata, dari integrasi tiket, digitalisasi, paket tematik, hingga pemberdayaan desa wisata, geopark hanya akan jadi “album foto indah” yang jarang dibuka. (feb)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pariwisata #Jawa Timur #Devisa #wonocolo #energi #migas 2020 #pemkab bojonegoro #Ekonomi #bojonegoro #geopark #geopark nasional #minyak #unesco