Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Opini: Koperasi Merah Putih Ladang Baru Perjuangan Kaum Muda

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 25 Mei 2025 | 21:22 WIB
Ilustrasi Koperasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi Koperasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

 

Oleh:
Roy Burhanuddin

Sejarah bangsa ini tak pernah absen dari jejak langkah pemuda. Sedari Sumpah Pemuda 1928 hingga Reformasi 1998, keterlibatan generasi muda selalu hadir dalam babak-babak penting perjalanan Indonesia. Tak berlebihan jika dikatakan, darah perjuangan dan semangat perubahan itu mengalir deras di nadi generasi muda.

Tentu tak bisa menafikan peran tokoh-tokoh muda dalam proses lahirnya bangsa ini. Para pemuda seperti Soekarno, Hatta, Kh. Wahid Hasyi, Sjahrir, hingga Tan Malaka, telah sejak awal mengambil peran strategis dalam menentang penjajahan dan merumuskan cita-cita kemerdekaan. Energi muda mereka menjelma menjadi bara api semangat yang membakar semangat masyarakat Indonesia untuk merdeka.

Waktu terus berjalan dan takpernah menunggu siapapun, Reformasi 1998 menjadi bukti bahwa kekuatan pemuda tak pernah surut digerus zaman. Ketika demokrasi dikungkung, kebebasan dibungkam, dan keadilan dibatasi oleh tembok kekuasaan, para mahasiswa dan pemuda turun ke jalan. Mereka menolak diam, memilih bersuara. Dan sejarah mencatat, suara itu cukup lantang untuk meruntuhkan rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Hari ini, waktu terus berjalan dan menyuguhkan tantangan yang berbeda, namun peranan pemuda dengan jiwa yang selalu membara selalu dibutuhkan oleh lapisan masyarakat. Tak perlu hal besar untuk berdampak,1000 langkah diawali dari 1 langkah, 1 buku diawali dari 1 titik goresan pena. Artinya dimulai dari hal kecil para pemuda bisa berdampak untuk lingkungan disekitarnya.

Presiden Prabowo Subianto dalam masa jabatannya baru-baru ini melakukan berbagai trobosan,diantaranya adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dilansir dari portal resminya merahputih.cop.id, Program ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui semangat ekonomi gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu satu sama lain.

Baca Juga: Opini: Ledre Solusi Pengentasan Kemiskinan

Dalam pertemuan para kepala daerah di Akademi Militer Magelang pada 21–28 Februari 2025, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi desa memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kemudian, dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, Presiden secara resmi mengumumkan rencanapeluncuran 80.000.Peluncuran resminya akan dilakukan bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.

Sesuai data BPS Jawa Timur, jumlah desa/kelurahan menurut kabupaten/kota hingga tahun 2022 berjumlah 8.496 data ini diperbarui pertanggal 13April 2023,iniartinyaakanada8.496 koperasi desa merah putih di provinsi Jawa Timur.

Dengan jumlah yang sedemikian banyak, Koperasi Merah Putih perlu sentuhan tangan dan semangat api perjuangan kaum muda. Gen Z sapaan akrab kaula muda, Dapat kemudian berkecimpung dan ambil peranan semaksimal mungkin dilingkungan desaataukelurahannya sendiri.

Lalu peranan apa yang kemudian bisa diambil kalangan muda?

Ada beberapa poin para pemuda bisa tampil memberikan dampak positifdilingkungansekitar lewat koperasi desa/ kelurahan merah putih.

Yang pertama peranan ideologis, Prinsip dasar yang menjelaskan bagaimana koperasi seharusnya dimaknai, dikelola, dan dioperasikan. Sesuai dengan paradigmanya, koperasi berpijak pada nilai-nilai kebersamaan, demokrasi ekonomi, dan kesejahteraan Bersama. Paradigma ini menjadi landasan filosofis dan operasional yang membedakan antara koperasi dan bentuk organisasi ekonomi lainnya.

Secara Etimologis, kata “koperasi” berasal dari bahasa Latin “coopere” atau “cooperation” dalam bahasa Inggris, yangberartibekerjasama.Kerjasama ini menjadiesensidariparadigma koperasi, dimana orang-orang dengan kepentingan ekonomi yang sama bergabung secara SUKARELA untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya mereka melalui perusahaan yang dimiliki bersama dan dikendalikan secara demokratis.

Dalam kerangka Terminologi, International Co-operative Alliance (ICA), mendefinisikan Koperasi adalah Perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya Bersama melalui perusahaan yang dimiliki bersama dan dikendalikan secara demokratis.

Menurut Bung Hatta koperasi adalah gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan dan salah satu bentuk dari demokrasi ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, dalam suatu negara. Ini menjadi titik substansi dari koperasi itu sendiri sehingga peranan pemuda berkecimpung di koperasi merah putih harus mengawal dan memastikan agar koperasi yang dibentuk serempak ini tidak keluar dan tetap dijalur rel yang telah dibangun oleh para pendahulu bangsa ini. 

Peranan yang ke dua bisa di ambil kaum muda yang masuk dalam lingkup koperasi merah putih adalah memberi inovasi-inovasi baru. Sahabat Ali Bin Abi Tholib salah seorang diantara khulafaur rosyidin pernah berkata, didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.

Ini artinya kehidupan yang maju ini telah mendidik generasi muda sesuai dengan konteks hari ini,penulis selalu yakin jika setiap pemuda pasti punya ide gagasan untuk dituangkan, tinggal bagaimana lingkungan sekitar memberi kesempatan, memberi kepercayaan dan membukakan jalan selebar-lebarnya untuk generasi muda berkarya.

Baca Juga: Opini: Sampai Kapan Ganti Menteri, Ganti Kurikulum?

Koperasi yang sudah sedari dulu ada musti kemudian mendapat sentuhan baru trobosan baru yang lebih kekinian dan pemuda memiliki potensi untuk ini, sehingga pada konteks saat ini koperasi juga bisa relevan dengan cara dan inovasi yang lebih baru. Semisal contoh saja, pengelolaan akun sosial media sebagai bahan kampanye dan sosialisasi ditengah Masyarakat, kaum muda akan lebih kreatif dalam membuat konten yang sederhana, mengena dan memikat warga untuk mengakses koperasi yang baru ini.

Ini hanya peranan sederhana yang bisa diambil kaum muda, tentu diluaran sana masih ada peran yang bisa diambil. Para pemuda saat ini pasti memiliki pengetahuan yang layak dan baru, pengetahuan tidak boleh kemudian hanya di endapkan, sebab gagasan pengetahuan akan tumbuh saat dibagikan, diuji dan digunakan.

Sekecil apapun pengetahuan yang kemudian diimplementasikan bisa menjadi Cahaya untuk orang lain, para pemuda tidak harus menjadi ahli, tidak harus menjadi perangkat desa, atau menjadi sosok sempurna,yang dibutuhkan hanya keberanian untuk menyalurkan pengetahuan dengan didasari kerendahan hati dan penuh tanggung jawab. Maka dalam koperasi merah putih ini mari para pemuda ambil peran memberi kemanfaatan untuk sekitar, sebab pengetahuan, inovasi yang selalu diendapkan akan hanya menjadi beban. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Sosial #Jawa Timur #Desa #kebersamaan #Koperasi Merah Putih #Koperasi #pemuda #Ekonomi #tokoh muda #organisasi #Gen Z #perjuangan