Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bukan Cuma Pakai Kebaya! Ini 5 Tradisi Unik Rayakan Hari Kartini di Berbagai Penjuru Indonesia

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 22 April 2026 | 18:23 WIB
HARI KARTINI: Mengenang perjuangan Kartini.
HARI KARTINI: Mengenang perjuangan Kartini.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap tanggal 21 April, suasana di berbagai sudut Indonesia mendadak berubah menjadi lebih berwarna. Biasanya, kita terbiasa melihat anak sekolah atau pegawai kantoran mengenakan baju adat, terutama kebaya. Namun, tahukah kamu kalau peringatan Hari Kartini ternyata jauh lebih seru dan bermakna dari sekadar parade busana?

Di balik keanggunan kain jarik dan konde, ada semangat perjuangan emansipasi yang dirayakan dengan berbagai tradisi unik di daerah-daerah tertentu. Penasaran bagaimana warga di berbagai daerah merayakannya? Yuk, simak ulasannya!

1. Ziarah dan Doa Bersama di Rembang

Kabupaten Rembang menjadi pusat perhatian utama setiap Hari Kartini. Sebagai tempat peristirahatan terakhir sang pahlawan, makam R.A. Kartini di Desa Bulu selalu ramai dikunjungi. Warga lokal dan wisatawan biasanya melakukan ziarah, doa bersama, hingga pembacaan surat-surat Kartini yang legendaris. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang kembali pemikiran visioner Kartini tentang pendidikan bagi kaum perempuan.

Baca Juga: Puluhan Aktivis Gelar Aksi Peringati Hari Kartini di Depan DPRD Bojonegoro

2. Lomba "Nyuwun Tempeh" di Jawa Tengah

Di beberapa pedesaan di Jawa Tengah, Hari Kartini dirayakan dengan lomba yang memicu gelak tawa namun penuh filosofi, salah satunya adalah lomba nyuwun tempeh. Para ibu harus berjalan cepat sambil menyunggi tempeh (nampan bambu) di atas kepala tanpa menyentuhnya dengan tangan. Lomba ini menggambarkan ketangguhan, keseimbangan, dan kelincahan perempuan dalam mengurus rumah tangga sekaligus berperan di masyarakat.

3. Festival Literasi di Jepara

Sebagai tempat kelahiran Kartini, Jepara tidak mau ketinggalan. Selain kirab budaya, sering diadakan festival literasi dan lomba menulis esai bagi pelajar perempuan. Ini adalah cara modern untuk menghidupkan kembali hobi Kartini yang paling berharga: membaca dan menulis. Dengan cara ini, semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" tetap relevan bagi generasi Z.

4. Bakti Sosial Perempuan di Berbagai Daerah

Banyak komunitas perempuan di Indonesia memilih merayakan Hari Kartini dengan aksi nyata. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil, pembagian sembako, hingga workshop keterampilan UMKM. Bagi mereka, menjadi "Kartini masa kini" berarti berani mengambil peran untuk membantu sesama perempuan agar lebih berdaya secara ekonomi.

5. Parade Perahu Perempuan

Di wilayah pesisir, perayaan Hari Kartini sering kali melibatkan unsur laut. Tak jarang para perempuan nelayan melakukan parade perahu dengan menghias kapal mereka. Hal ini membuktikan bahwa pekerjaan yang selama ini dianggap "dunia laki-laki" juga bisa dilakukan dengan luar biasa oleh tangan-tangan tangguh perempuan Indonesia.

Baca Juga: Sambut Hari Kartini, RSUD Padangan Perkuat Layanan Humanis Lewat Program OTS

Hari Kartini bukan sekadar ajang adu cantik mengenakan kebaya. Esensi sebenarnya adalah bagaimana kita meneruskan api semangat perjuangannya. Baik melalui doa, perlombaan tradisional yang guyub, maupun aksi sosial, semuanya bermuara pada satu hal: menghargai harkat dan martabat perempuan.

Jadi, apa kegiatan favoritmu di tanggal 21 April nanti? Apapun itu, pastikan semangat Kartini terus menyala dalam dirimu! (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#perayaan hari kartini #kebaya hari kartini #tradisi perayaan hari kartini #baju adat hari kartini #RA Kartini