Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga BBM April 2026 Bakal Naik? Intip Perbandingannya: Indonesia Ternyata Masih Termurah ke-2 di ASEAN!

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 30 Maret 2026 | 16:43 WIB
PEMERIKSAAN: Tim UPTD Metrologi Dindagkop UKM Blora melakukan uji tera di beberapa SPBU arus mudik. Salah satunya SPBU Cepu.
PEMERIKSAAN: Tim UPTD Metrologi Dindagkop UKM Blora melakukan uji tera di beberapa SPBU arus mudik. Salah satunya SPBU Cepu.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Konflik bersenjata yang melibatkan Iran kini mulai berdampak nyata pada urat nadi ekonomi global: pasokan minyak mentah dunia.

Bagi kita di Indonesia, khususnya yang sering melakukan mobilitas tinggi di wilayah Jawa Timur, kabar ini tentu memicu pertanyaan besar, apakah harga BBM di SPBU akan segera melonjak April 2026?

Ekonom Universitas Airlangga (UNAIR), Wisnu Wibowo, menilai bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi di tanah air adalah sebuah "konsekuensi logis".

Baca Juga: Radar History: Saat 98.883 KK Mendapat Kompensasi BBM Akibat Kenaikan Harga 2005 Silam

Mengingat skema penetapan harga jenis ini mengikuti mekanisme pasar internasional, fluktuasi global menjadi faktor penentu utama yang tidak bisa dihindari.

Prediksi Kenaikan: Masih di Bawah 10 Persen?

Meskipun tekanan pasar sangat kuat, Wisnu memprediksi kenaikan harga BBM non-subsidi di tingkat eceran masih dalam batas yang terukur.

"Kenaikan BBM non-subsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen," ungkap Wisnu (30/3/2026). Penyesuaian ini juga telah dipayungi oleh regulasi resmi melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Beban Berat APBN: Setiap USD 1 Berarti Rp 6,7 Triliun!

Lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menembus angka USD 100 per barel memberikan tekanan hebat pada fiskal negara.

Baca Juga: Radar History: Ketika Harga BBM Naik pada 2005 Lalu, Sebabkan 8 Ribu Liter BBM Amblas dalam Dua Jam

Secara matematis, setiap kenaikan harga minyak mentah sebesar USD 1 berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi pada APBN hingga Rp 6,7 triliun. Ini merupakan angka yang fantastis dan menjadi tantangan besar bagi stabilitas ekonomi nasional di tahun 2026.

Adu Harga BBM di ASEAN: Siapa Paling Mahal?

Meski dibayangi kenaikan, data komparasi harga BBM di Asia Tenggara sejak krisis Selat Hormuz pada Maret 2026 menunjukkan posisi Indonesia yang relatif masih sangat kompetitif. Berikut adalah datanya:

1. Indonesia (Pertamina)

RON 92: Rp12.300

RON 95: Rp12.900

RON 98: Rp13.100

Solar subsidi: Rp6.800

Dexlite (non-subsidi): Rp14.200

 

2. Malaysia

RON 95: ± Rp8.500 – Rp11.400

RON 97: ± Rp13.000

Solar (diesel): ± Rp10.000 – Rp11.500

3. Singapura

RON 95: ± Rp45.000

RON 98: Rp52.000 – Rp55.000

Solar (diesel): ± Rp45.000 – Rp47.000

4. Thailand

RON 92: ± Rp23.000

RON 95: ± Rp23.000 – Rp24.000

Solar (diesel): ± Rp17.000

5. Vietnam

RON 92: ± Rp22.000 – Rp25.000

RON 95: ± Rp25.000+

Data menunjukkan Indonesia tetap menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling terjangkau, hanya kalah dari Malaysia yang menerapkan subsidi sangat masif untuk RON 95.

Mengapa Harga Singapura Begitu Tinggi?

Perbedaan harga yang mencolok di Singapura (mencapai Rp 45.000) disebabkan oleh kebijakan pajak kendaraan dan bahan bakar yang sangat ketat untuk mengendalikan polusi serta kemacetan. Menurut studi dari , negara yang tidak memiliki cadangan minyak domestik dan menerapkan pajak karbon tinggi akan selalu memiliki harga eceran BBM yang jauh di atas harga keekonomian global.

Siapkan Strategi Konsumsi Bahan Bakar

Mengingat variabel harga acuan dan kurs yang sangat dinamis, penyesuaian harga di tingkat eceran adalah langkah untuk menjaga kesehatan operasional badan usaha dan fiskal negara. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#ron 95 #non-subsidi #solar #indonesia #bbm #pertamina #RON 92 #kenaikan harga bbm #subsidi #asean #perang iran