Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Orang yang Selalu Menangis Saat Nonton Film Drama Ternyata Memiliki Kecerdasan Emosional Istimewa

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:40 WIB

 

Ilustrasi seorang perempuan dengan sifat emosional serta mudah menangis
Ilustrasi seorang perempuan dengan sifat emosional serta mudah menangis

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda pergi ke bioskop bersama teman, lalu saat adegan sedih pemakaman atau perpisahan tokoh utama, Anda sudah banjir air mata sementara teman di sebelah Anda masih asyik mengunyah popcorn dengan wajah datar?

Sering kali, orang yang mudah menangis saat menonton film drama dilabeli sebagai orang yang "cengeng", "lemah", atau terlalu "baper" (bawa perasaan). Padahal, sama halnya dengan orang yang suka menumpuk barang yang berkaitan dengan rasa aman, respons emosional terhadap film adalah indikator canggih dari cara kerja otak kita.

Kabar baik bagi Anda si "banjir air mata": Menurut pakar neurosains dan psikologi, kemampuan untuk menangisi nasib tokoh fiksi bukanlah tanda kelemahan. Justru, itu adalah ciri dari Kekuatan Mental yang luar biasa. Berikut alasannya.

1. Memiliki Kinerja "Mirror Neurons" yang Sangat Aktif

Mengapa Anda bisa merasa sedih padahal Anda tahu bahwa itu hanyalah akting di layar kaca? Jawabannya ada pada sel otak khusus yang disebut Mirror Neurons.

Baca Juga: Orang yang Selalu Meminta Maaf, bahkan Saat Tidak Salah Ternyata Memiliki 3 Sifat Tersembunyi Ini

 

Dalam istilah sederhana, neuron ini memungkinkan kita untuk "mencerminkan" apa yang dirasakan orang lain seolah-olah kita mengalaminya sendiri.

2. Tuan Rumah Hormon Oksitosin

Seorang neuroekonom dari Claremont Graduate University, Dr. Paul J. Zak, sering menjuluki orang-orang ini sebagai individu yang memiliki kadar oksitosin tinggi.

Oksitosin sering disebut sebagai "hormon cinta" atau "molekul moral". Studi menunjukkan bahwa:

Baca Juga: Orang yang Menyukai Barang Antik dan Gaya Vintage Biasanya Memiliki Kepribadian Menarik, Menurut Psikologi

3. Memiliki Ketangguhan Mental (Mental Resilience)

Berlawanan dengan anggapan bahwa menangis itu lemah, psikologi justru melihatnya sebagai bentuk ketangguhan. Mengapa?

Berani Menghadapi Emosi: Banyak orang memilih menahan tangis karena takut terlihat rentan. Orang yang berani menangis di bioskop adalah mereka yang nyaman dengan emosi mereka sendiri. Mereka tidak takut merasakan sakit, sedih, atau haru.

Mekanisme Self-Soothing: Menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang membantu tubuh rileks kembali setelah stres. Orang yang menangis "selesai" dengan emosinya lebih cepat dibandingkan mereka yang memendamnya.

Baca Juga: Orang yang Suka Mandi Lama Ternyata Menyimpan 3 Rahasia Psikologis Ini, Bukan Tanda Malas!

Fakta Menarik: Sindrom Stendhal

Dalam kasus ekstrem, ada fenomena psikologis bernama Stendhal Syndrome, di mana seseorang begitu tergerak oleh keindahan seni (lukisan atau film) hingga mengalami reaksi fisik seperti detak jantung cepat atau menangis. Ini menunjukkan betapa dalamnya apresiasi mereka terhadap keindahan dan narasi.

Kesimpulan

Jadi, jika lain kali Anda merasa mata mulai berkaca-kaca saat menonton adegan film yang menyentuh, jangan ditahan. Biarkan mengalir.

Itu bukan tanda Anda lemah. Itu adalah tanda bahwa Anda adalah manusia yang memiliki empati tinggi, berhati lembut, dan cukup kuat untuk memikul beban emosi, baik milik Anda sendiri maupun milik karakter fiksi di layar lebar. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#film drama #psikologi #karakter #Ketangguhan Mental #kepribadian #menangis #cengeng #baper