RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi punya seragam pakaian dinas lapangan (PDL) baru mulai peringatan HUT TNI ke-80 pada Minggu (5/10) mendatang. Seragam ini diproyeksikan bakal menggantikan PDL yang selama ini biasa dipakai, dan direncanakan dikenakan serentak oleh seluruh matra pada peringatan tersebut.
Pun demikian secara hukum, pengenalan dan pengenaan seragam baru tersebut telah diberlakukan sejak minggu lalu (27/9), melalui pengesahan Keputusan Panglima TNI (Keppang) pada tanggal tersebut. "Iya, ini sebelumnya dari keputusan Bapak Panglima, kita pakai ini bersama Wakasad. Dan nanti tanggal 5 Oktober semuanya sudah pakai ini," jelas Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita pada Rabu (1/10) sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.
Seragam baru tersebut menggantikan seragam lama yang memiliki motif loreng Malvinas, yang telah digunakan sejak 1982. Sebagai catatan samping, loreng tersebut diadopsi dari motif seragam tentara Inggris sebagai bentuk kamuflase atau penyamaran saat berebut Kepulauan Falklands, yang juga sering disebut Kepualuan Malvinas, dengan Argentina pada 1981.
Sementara itu, seragam baru yang akan dikenalkan nampak serupa dengan seragam Komponen Cadangan (Komcad) TNI, yang dikenal publik sebagai seragam yang dikenakan para kepala daerah berbagai wilayah Indonesia saat menjalani retret nasional Februari lalu. Bedanya, seragam baru memiliki warna hijau sedikit lebih dominan.
Berbeda dengan seragam PDL lama yang memakai warna-warna tua, bercorak vertikal dan memiliki kontras dan gradasi antar warna krem dan cokelat yang agak mencolok dan lebih meluas, seragam PDL baru lebih dominan dengan warna muda, terutama hijau muda dan hijau anggur, dengan kontras dan gradasi antar warna krem dan cokelat lebih halus, lebih berulang, dan lebih rapat, serta penataan corak horizontal.
Tujuannya, agar para tentara dapat lebih tersembunyi saat bertugas di wilayah Indonesia yang dominan dengan medan belantara hutan. "Jadi kalau kita masuk ke hutan dan sebagainya, ini lebih tersamar," tambah Jenderal Tandyo.
Peringatan HUT TNI ke-80 di Monumen Nasional (Monas) mendatang mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” selain upacara bendera dan peluncuran seragam baru, parade defile dan alutsista juga akan mewarnai peringatan HUT TNI. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana