Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menghadapi Sorotan Publik, Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Dinonaktifkan PAN

Hakam Alghivari • Minggu, 31 Agustus 2025 | 22:42 WIB

 

Eko Patrio dan Pasha Ungu dalam unggahan video permintaan maaf ke publik, Sabtu (30/8).
Eko Patrio dan Pasha Ungu dalam unggahan video permintaan maaf ke publik, Sabtu (30/8).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kader populernya, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, serta Surya Utama atau Uya Kuya, dari keanggotaan DPR RI Fraksi PAN. Keputusan ini diumumkan Minggu (31/8) dan berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025.

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyebut langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab partai atas meningkatnya sorotan publik terhadap dua figur tersebut.

“DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo dan Saudaraku Surya Utama sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari Jawa Pos.

Menurut Viva Yoga, keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan internal yang mendalam. Ia menegaskan, PAN sebagai partai lahir dari rahim reformasi tidak ingin tercoreng oleh sikap atau tindakan kadernya di parlemen. “Kami memohon maaf kepada masyarakat Indonesia atas dinamika yang terjadi. PAN tetap berkomitmen menjaga integritas dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” ucapnya.

Sejak pertengahan Agustus, nama Eko Patrio dan Uya Kuya menjadi pusat sorotan warganet maupun masyarakat luas. Gelombang kritik yang terus menguat membuat posisi keduanya kian sulit, bahkan setelah mereka sempat menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui media sosial.

Situasi inilah yang mendorong PAN mengambil keputusan cepat. Viva Yoga juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penyelesaian persoalan kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Kami yakin pemerintah akan menyelesaikan persoalan ini secara tepat, cepat, dan berpihak kepada rakyat,” katanya.

Krisis yang menimpa dua kadernya dianggap sebagai pukulan serius bagi PAN. Partai berlambang matahari putih itu kini harus berupaya keras meredam sentimen negatif di tengah masyarakat sekaligus membuktikan ketegasan internal dalam menjaga marwah politik reformasi.

Sejumlah analis menilai, penonaktifan ini menjadi ujian besar bagi PAN yang sedang berupaya memperkuat posisi di parlemen. Dengan mencopot dua tokoh publik yang selama ini identik dengan popularitas hiburan, partai berusaha menegaskan garis tegas antara kepopuleran personal dan etika politik.

Sebelumnya, pada Sabtu malam (30/8), rumah Eko Patrio di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, serta rumah Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, menjadi sasaran penjarahan massa.

Menurut laporan Kumparan, sembilan terduga pelaku sudah diamankan aparat kepolisian dari TKP rumah Uya Kuya, Minggu (31/8). Namun, kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah menambah panjang daftar konsekuensi yang harus dihadapi kedua politisi sekaligus artis itu. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#eko patrio #pan #uya kuya #dpr ri #Fraksi