RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Pos Radar Bojonegoro ke-26 Selasa (26/8) malam, memersembahkan penghargaan anugerah desa inspiratif.
Diberikan kepada Bupati Bojonegoro, Lamongan, dan Blora, serta 52 kepala desa inspiratif yang terbagi dalam 10 kategori di tiga kabupaten tersebut.
Event yang dihadiri Kementerian Desa dan Pemberdayaan Desa Tertinggal, bupati tiga kabupaten, serta semua kepala organisasi pemerintah daerah (OPD), 28 camat di Bojonegoro, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat itu berlangsung di MCM Hotel Wisata Bojonegoro itu, bukti kepedulian Jawa Pos Radar Bojonegoro tentang akselerasi pembangunan dari bawah. Yakni, desa.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa Perdesaan, Kemendesa PDT Nugroho Setijo Nagoro menilai Radar Bojonegoro Awards Anugerah Desa Inspiratif sangat positif untuk membangkitkan semangat, cita rasa dan inspirasi desa. Sehingga desa mampu berkembang da memiliki karakteristik atau kekhasan masing-masing.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro telah menginspirasi dengan memulai penghargaan di level desa. Juga mengapresiasi kepala desa yang sudah berupaya untuk melakukan sesuatu. Sehingga bisa meraih penghargaan dari Jawa Pos Radar Bojonegoro. ''Mudah mudahan ini menginspirasi desa desa lain," ungkapnya.
Nugroho percaya masyarakat desa bukan tidak bisa. Masyarakat desa itu pintar, ukurannya ketika terjadi krisis. Masyarakat desa masih tetap bertahan hidup. Sebenarnya yang terjadi kurang inspirasi dan contoh.
‘’Forum seperti ini (Radar Bojonegoro Awards Anugrah Desa Inspiratif) sangat positif untuk membangkitkan semangat, maupun cita rasa dan inspirasi," jelasnya.
Nugroho menjelaskan, Kementerian Desa dan PDT menggelar lomba tematik. Menteri desa memiliki 12 rencana aksi. Mulai dari ketahanan pangan hingga digitalisasi. 12 tema tersebut dilombakan mirip dengan yang digelar Jawa Pos Radar Bojonegoro ada tema-tema menjadi indikator.
Lomba desa tematik ini menjadi model bagi desa-desa lain melakukan replikasi. Tentu banyak hal yang dipertimbangkan untuk menjadi indikator. Jadi memang lomba ini bisa menginspirasi desa-desa lain
Desa di Indonesia sebanyak 75.296 desa dan memiliki karakteristik maupun keunggulan masing-masing. ''Bukan berarti mencontoh tapi yang dicontoh pola pikir pendekatan. Bukan objeknya yang di contoh tapi cara menangkap peluang," terangnya.
Menurut Nugroho banyak desa wisata yang tidak berbasis kultur dan lingkungan hidup tak bertahan lama. Namun ketika melihat desa wisata yang berbasis adat, sosial budaya, dan lingkungan berlangsung jangka panjang. Salah satunya desa dengan masyarakat Samin yang memiliki kekhasan. Perlu diberi penghargaan adalah bagaimana kepala desa bisa memelihara kultur itu hidup di tengah masyarakat yang mengalami kemajuan. ''Bayangkan lebih dari 75 ribu desa memiliki karakteristik, Indonesia sangat kaya raya," ujarnya.
Nugroho menjelaskan desa lebih dari 10 tahun lalu adem ayem, tenang, dan homogen. Tetapi dengan adanya undang-undang desa selama 10 tahun berjalan desa menjadi sangat heterogen. Dulu desa terbangun dari hubungan kekerabatan, tapi 10 tahun terakhir sering terjadi keluar masuknya penduduk dari dalam maupun luar desa. Situasi ini menambah dinamika kehidupan desa. Yang sebelumnya sumber daya yang ada cukup untuk masyarakat desa sendiri saat ini tidak cukup. Sehingga terjadi kompetisi dalam pemanfaatan sumber daya dan kemudian ada yang berkolaborasi.
''Inovasi berangkat dari kemajemukan kondisi desa sendiri," ungkapnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan selamat kepada kepala desa yang meraih penghargaan Radar Bojonegoro Award Anugerah Desa Inspiratif Kepala desa yang menerima penghargaan diminta untuk meningkatkan pelayanan yang inspiratif dan inovatif kepada masyarakat. Sehingga berkarya lebih baik untuk Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan.
Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro telah menggelar penghargaan Radar Bojonegoro Award Anugerah Desa Inspiratif. Juga menyampaikan selamat kepala desa yang menerima penghargaan. Sehingga bisa meningkatkan pelayanan yang inspiratif dan novatif kepada masyarakat.
''Agar berkarya lebih baik lagi untuk Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan," ungkapnya
Bupati menjelaskan, Jawa Pos Radar Bojonegoro punya ide dan gagasan menggelar acara penganugerahan desa yang inspiratif. Terlebih pembangunan berasal dari desa.
Selain itu, kehadiran para tamu mulai dari kementerian dan Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Blora diyakini mampu hadir akan menginspirasi agar bergerak lebih maju untuk membangun desa.
Mas Wahono mengatakan kerja sama, kolaborasi, dan sinergitas antar Jawa Pos Radar Bojonegoro dan daerah di tiga kabupaten selalu dibangun dengan baik. Agar mampu menggugah dan membentuk opini publik yang sehat serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Menurut Wahono dunia bergerak begitu cepat. Baik politik, sosial, kebutuhan dan keinginan masyarakat, serta era digitalisasi pesat. Sehingga semua pihak harus bersama-sama untuk kuat. Dengen begitu kolaborasi harus ditingkatkan, sinergitas harus dibangun. Tidak hanya dengan Jawa Pos Radar Bojonegoro namun dengan dunia usaha, akademis, dan seluruh elemen yang ada di masyarakat.
''Ke depan kolaborasi dan pembangunan bisa lebih meningkatkan dengan penguatan karakter dan budaya lokal yang mampu disebarkan dan disosialisasikan oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro kepada masyarakat," ungkapnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi program Radar Bojonegoro Award yang difokuskan untuk memberikan apresiasi untuk kepala desa inspiratif. Karena dia melihat banyak langkah maju yang dilakukan para kades khususnya, tentang berbagai inovasi dan prestasi sesuai kearifan lokal masing-masing. Bupati Yes tahu persis masing-masing desa di Lamongan yang mendapatkan penghargaan kemarin memang faktanya demikian. Sehingga itu tidak dibuat-buat, dan dilakukan dengan ketulusan serta kesungguhan. Sebenarnya masih banyak desa inspiratif di Lamongan, dan semoga apresiasi ini bisa menginspirasi desa lain untuk menjadi yang terbaik. "Selamat untuk bapak/ibu kades inspiratif, tetap semangat untuk menginspirasi," ujar Bupati Yes.
Bupati Blora Arief Rohman, yang diwakili oleh Retno Kusumawati, Staf Ahli Bupati Blora Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro karena telah mengapresiasi kinerja pemerintahan Blora dibawah pimpinan Mas Arief yang gencar dalam inovasi pertanian organik.
Pria nomor satu di Kota Sate itu berhalangan hadir di acara semalam karena sedang melakukan studi banding pertanian organik dunia di Cina sejak Minggu (24/8) lalu. ‘’Mewakili Mas Bupati saya ucapkan terima kasih banyak kepada Radar Bojonegoro. Ini menjadi pelecut bagi pemerintahan kami untuk lebih berinovasi dan menginspiratif dari segi pertanian dan juga sosial,’’ ujarnya.
Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro Bahctiar Febrianto menyampaikan, awarding dalam rangka HUT ke-26 Radar Bojonegoro. Sebuah perjalanan panjang yang menandai bahwa media lokal bukan sekadar memberi informasi tapi juga penggerak perubahan sosial.
HUT tahun ini mengangkat tema Memantapkan Kolaborasi dan Terus Menginspirasi. Lahir dari keyakinan di mana saat ini hidup di era kolaborasi, tidak ada stakeholder berdiri sendiri.
"Pemerintah, swasta, masyarakat, dan media harus bergandengan tangan untuk meraih tujuan bersama. Dalam HUT kali ini sejumlah kegiatan digelar. Antara lain membuat dua rubrik baru di media Radar Bojonegoro," jelasnya.
Pertama, rubrik informasi kerja. Memberitakan seluk beluk teknis bekerja dan lowongan mencari kerja. Dia menuturkan, hal ini penting di saat semakin banyak lowongan kerja dibutuhkan. Kedua, Radar History untuk memunculkan peristiwa monumental di Bojonegoro, Lamongan, dan Blora. Ajang instrospeksi dan nostalgia kehebatan di masa lalu.
"Kemudian, santunan anak yatim piatu di panti asuhan Bojonegoro, Lamongan, Blora. Selanjutnya tasyakuran tepar pada 26 Juli sebagai hari lahirnya Radar Bojonegoro. Sebagai puncak acara hari ini (Selasa, red) digelar Radar Bojonegoro Awards 2025 dengan tema Anugerah Desa Inspiratif," ungkapnya.
Pria kelahiran Lamongan ini menjelaskan, pemilihan desa sebagai obyek awarding karena desa merupakan pilar dan ujung tombak pembangunan nasional yang nyata. Jika desa kuat, daerah dan Indonesia kuat, maju, merata, dan berdaulat. Sejalan dengan program pemerintah yang fokus ke desa. Seperti koperasi desa merah putih (KDMP), ketahanan pangan berbasis desa, hingga digitalisasi desa.
Dari situlah, lanjut dia, desa yg telah menunjukkan kreativitas dan inovasi membangun desa patut mendapat apresiasi. Agar termotivasi dan terinspirasi jadi lebih baik dan bagi desa lainnya.
Survei dilakukan tim secara langsung di lapangan. Dia menjelaskan, banyak desa di tiga kabupaten tersebut memiliki program pembangunan yg sangat inovatif dan inspiratif, sehingga patut diapresiasi.
"Kali ini memilih 50 desa dalam sepuluh kategori. Secara khusus juga memberi penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bupati Bojonegoro, Lamongan, dan Blora atas program yg sangat inovatif dan inspiratif terhadap pembangunan desa. Bahkan, mampu mewarnai pembangunan di tingkat provinsi hingga nasional," ujarnya.
Dia berharap, awarding kali ini bermanfaat dan menginspirasi seluruh stakeholder maupun masyarakat. Sebab, tantangan besar saat ini bukan hanya membangun infrastruktur tapi juga mendorong dan menjaga literasi masyarakat yg masih rendah. "Survei komdigi (komunikasi dan digital) 60 persen masyarakat Indonesia terpapar hoax (berita bohong)," bebernya.
Sehingga, kata dia, tantangan lainnya memberi pencerahan dan informasi secara benar dan sehat kepada masyarakat. Karena itu, tuturnya, Radar Bojonegoro memilih strategi multiplatform untuk informasi yg benar. Meliputi media cetak, digital, bahkan event organizer.
Tujuannya agar tetap beri informasi dan inspirasi positif ke masyarakat tidak keliru mengambil keputusan dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang semakin kompleks.
Dia menambahkan, di usia 26 tahun ini pihaknya bertekad menjadi media progresif. Tidak hanya menjadi saksi perjalanan, tapi juga bagian sejarah. "Kami ingin jadi teman perjalanan semua stakeholder dan masyarakat. Membangun optimisme dan semangat perubahan. Untuk semakin memantapkan kolaborasi dan terus menginspirasi. Terima kasih kepada semua pihak yg telah membantu dan mendukung kegiatan (awarding) ini," pungkas dia. (hul/yna/rka/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana