Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Opini: Nobar dan Perekat Solidaritas Sosial

M
Penulis: Muhammad Suaeb❯
NOBAR: Suporter Persibo Bojonegoro nonton bareng di Alun-Alun Bojonegoro. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
NOBAR: Suporter Persibo Bojonegoro nonton bareng di Alun-Alun Bojonegoro. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

Oleh: Ali Efendi

 

Advertisement

 

PAGELARAN sepak bola Piala Dunia 2026 selama 40 hari telah mencapai babak akhir, di partai final (20/7/2026) tim nasional Spanyol versus Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan. Dalam laga puncak tersebut Spanyol memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0 dan berhak menyandang sebagai juara, Spanyol harus sabar menunggu 16 tahun sejak juara di Afrika Selatan 2010. Walaupun pesta olahraga yang paling populer se jagad telah selesai beberapa waktu yang lalu, namun diskusi tentang Piala Dunia 2026 masih sangat ramai di media cetak dan online, serta di media sosial.

Perbincangan seputar Piala Dunia 2026 sangat kompleks, mulai dari pemain terbaik, kiper, pemain muda, pencetak gol terbanyak, suporter hingga nonton bersama (Nobar). Fenomena Nobar sepak bola Piala Dunia dalam perspektif sosiologis sebagai perekat solidaritas sosial yang dapat menyatukan warga dari berbagai kasta sosial dan memperkuat interaksi sosial.

Advertisement

Nobar sebagai salah satu interaksi sosial di ruang publik informal merupakan pemandangan langkah yang berdapak positif dalam kehidupan masyarakat modern, karena era digitalisasi berdampak melemahkan komunikasi dan hubungan sosial. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi sosok yang individualis, maka fenomena Nobar dapat dikaji dalam berbagai teori dan konsep sosiologi.

Nobar sebagai Kesadaran Kolektif

Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026  dari tanggal 12 Juni 2026 hingga 20 Juli 2026 ruang publik informal dipenuhi warga dari berbagai latar belakang lapisan masyarakat. Ruang publik tersebut adalah hotel, kafe, warung kopi, jalan desa, gang kampung, serta tempat-tempat strategis lainnya yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dengan tujuan Nobar bagi Gibol, sebutan bagi penggila sepak bola.

Gibol hadir di ruang publik informal untuk menyaksikan pertandingan tim favorit yang didukung atau pemain idolanya. Di samping itu, mereka berjumpa dengan kawan akrab dan teman sejawat setelah seharian penat di ruang kerja. Sejenak Gibol menanggalkan smartphone dari genggamannya, sekedar untuk mengobrol santai sambil menunggu pertandingan live dimulai. Nobar sebagai salah satu fenomena insteraksi sosial di masyarakat yang jarang ditemuai di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lima Mahasiswa Papua Ikut Nobar Film Pesta Babi di Blora

Lima Mahasiswa Papua Ikut Nobar Film Pesta Babi di Blora

James, mahasiswa asal Timika menilai, film tersebut menggambarkan kondisi nyata yang terjadi di Papua. Terutama terkait kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

Ranking FIFA Terbaru Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026, La Roja Gusur Argentina dari Puncak

Ranking FIFA Terbaru Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026, La Roja Gusur Argentina dari Puncak

Pembaruan Ranking FIFA terbaru yang dirilis pada 20 Juli 2026 menunjukkan perubahan signifikan di papan atas. Spanyol naik ke peringkat pertama berkat tambahan 30,27 poin menjadi 1.995,88 poin, menggeser Argentina.

Wasit Semifinal Inggris vs Argentina Disorot, Pernah Empat Kali Pimpin Lionel Messi dan Selalu Berakhir Kemenangan

Wasit Semifinal Inggris vs Argentina Disorot, Pernah Empat Kali Pimpin Lionel Messi dan Selalu Berakhir Kemenangan

Media Inggris, Daily Mail, menyoroti rekam jejak Ismail Elfath saat memimpin pertandingan yang melibatkan kapten Argentina Lionel Messi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer