Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

AS Sebut Ada Udang di Indonesia yang Mengandung Bahan Radioaktif: Begini Penjelasan Penyebabnya

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 26 Agustus 2025 | 00:01 WIB
(Dok. Jawa Pos)
(Dok. Jawa Pos)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Minggu lalu (19/8) lembaga  Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan temuan mengejutkan mengenai  suplai udang ekspor dari Indonesia. Badan pemeriksa makanan dan obat-obatan Amerika Serikat tersebut menutup sementara kedatangan udang Indonesia ke Negeri Paman Sam karena mengandung bahan radioaktif.

Rinciannya, udang-udang tersebut merupakan hasil tangkapan dan ekspor PT Bahari Makmur Sejati (BMS Food) yang dijual di 13 cabang supermarket setempat, Walmart. Di satu sisi, kontaminasi radioaktif dalam udang-udang tersebut tergolong rendah, namun salah satu sampel yang belum sampai ke rak supermarket mengandung logam berat berbahaya, yakni caesium-137 (Cs-137).

Kandungan caesium yang ditemukan FDA juga rendah dan jauh di bawah batas bahaya yang ditetapkan, yakni 68 Becquerel per kilogram (Bq/kg), dibanding dengan ambang batas sebesar 1.200 Bq/kg. Meskipun demikin caesium bersifat karsinogenik atau memicu kanker, sehingga tetap menjadi peringatan tersendiri.

“Produk dari PT Bahari Makmur Sejati dinilai melanggar Federal Food, Drug, and Cosmetic Act karena diproses atau disimpan dalam kondisi tidak layak sehingga dapat terkontaminasi Cs-137,” tulis FDA dalam laporan resmi yang dirilis Jumat (22/8).

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) langsung mengadakan pemeriksaan terhadap pabrik PT BMS di Serang, Banten. Selain itu ekspor udang ke AS dihentikan sementara.

Hasilnya, Bapeten menemukan batangan besi bekas yang mengandung caesium-137 yang terletak di dekat wilayah pabrik, yang berada di Kawasan Industri Modern Cikande pada Sabtu (23/8). Diduga kontaminasi caesium menyebar hingga ke area pabrik udang beku tersebut.

“Hasil pengukuran laju paparan di area pabrik udang beku menunjukkan keberadaan kontaminasi Cs-137 di area pabrik tersebut. BAPETEN memperluas cakupan monitoring radiasi di kawasan secara lebih luas dalam radius 2 km, dan menemukan dua  lokasi lain yang menunjukkan adanya laju dosis radiasi yang tinggi,” jelas Bapeten dalam rilis resmi mereka.

Saat ini Bapeten bersama kepolisian setempat telah mengamankan pabrik tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terlebih, belum diketahui asal-usul batang besi yang membawa bahan caesium tersebut.

Umumnya, caesium digunakan untuk kebutuhan bahan bakar reaktor nukli dan terapi radiasi anti kanker, sehingga dapat ditemukan sebagai limbah nuklir dan medis. Paparan caesium dapat menyebabkan pusing dan muntah, dan paparan dalam jumlah besar dapat menyebabkan pendarahan organ dalam, gangguan ritme jantung dan serangan jantung. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kawasan industri #caesium #amerika serikat #serang #Banten #nuklir #indonesia #kanker #kontaminasi #udang #Eskpor #radioaktif #logam berat #Cesium 137 #Besi #Makanan #Udang Beku