RADARJAWAPOS.BOJONEGORO.COM – Ibadah Haji adalah ibadah kelima dalam rukun islam, oleh karena itu haji menjadi salah satu kewajiban agama bagi umat islam yang memiliki kemampuan fisik maupun finansial.
Persiapan haji non fisik yaitu dapat berupa persiapan mental untuk memperkuat tekad dalam menjalani ibadah haji yang membutuhkan ketabahan dan keteguhan hati. Selain itu, memohon bimbingan pada Allah juga agar Allah membantu calon jemaah haji untuk membersihkan hati dan pikiran dari dosa serta kesalahan yang mungkin telah dilakukan sebelumnya.
Lalu, apa saja perisapa non fisik (batin) sebelum melaksanakan ibadah haji, Radar Bojonegoro akan mengulik beberapa persiapan non fisik ( batin ) untuk calon jemaah haji.
1.Niat (Niyyah): Niat haji harus ikhlas semata-mata karena Allah SWT saja, bahkan untuk tujuan duniawi.
2.Dalam ibadah haji,seseorang perlu mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW pada saat mengerjakan ibadah haji.
3.Melaksanakan Ibadah Haji harus dengan uang yang halal, ibadah haji yang dilaksanakan dengan menggunakan uang yang haram, makan ibadahnya tidak dibenarkan. Bahkan beberapa ulama mengatakan ibadah haji itu tidak sah: “jika salah satu dari kalian melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan uang dari sumber yang haram, maka sebenarnya kamu tidak melaksanakan ibadah haji (tidak sah)”.
4.Calon jemaah haji juga disarankan untuk:
- Bertaubat dari dosa-dosa yang lalu.
- Menyambung kembali tali silaturahmi yang terputus.
5.Seseorang yang berniat untuk melakukan ibadah haji harus menjauhi semua hal-hal yang dilarang Allah SWT, baik pada saat melakdanakan rangkaian ibadah haji atau dilusr rangkaian ibadah haji, contohnya seperti perbuatan tidak bermoral, berbuat dosa secara sadar dan terang-terangan, mengucapkan kata-kata kotor, meninggalkan shalat fardhu, mendengarkan musik, dll. Selain itu jemaah haji juga perlu menjauhkan diri dari melakukan perkara yang haram dilakukan ketiks mengerjakan ibadah haji seperti Al – Rafath ( bersetubuh ) dan mencukur kepala. Jemaah haji juga dilarang untuk memakai jenis-jenis pakaian yang dilarang oleh Rasulullah SAW pada saat ihram.
Perjalanan ibadah ini berbeda dari semua perjalanan duniawi. Jemaah Haji perlu mengingat Kebesaran Rumah dan Pemilik Mutlak Allah SWT, dan jemaah haji itu telah dipilih untuk meninggalkan ahli keluarga, rakan-rakan, dan hartanya untuk tujuan yang hebat dan mulia, yaitu berziarah ke Rumah Allah yang diciptakan sebagai tempat suci untuk semua manusia.
Semua perkara ini adalah wajib kepada para jemaah haji atau perkara yang mesti dilakukan.
Sebelum Memulai Ibadah Haji:
Jemaah sangat disarankan untuk menunaikan Shalat Nafl 2 rakaat di rumah sebelum berangkat. Selalu ingat untuk bersyukur kepada Allah SWT agar selalu diberkati dan berdoa kepada Allah SWT meminta Belas Kasihan, Perlindungan dan Ibadah Haji yang diterima. Juga mintalah kepada Allah SWT untuk menjadikan perjalanan yang mudah, selamat dan diberi petunjuk.