“Ketika sudah datang di rumah sebaiknya istirahat dulu. Jangan langsung menggelar acara syukuran. Kami tidak melarang gelar syukuran,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Yasmani kemarin (14/7).
Menurut dia, kesadaran masing-masing jemaah haji bisa memahami imbauan tersebut. Karena perjalanan pulang dari Tanah Suci hingga tiba di Bojonegoro memakan waktu panjang. “Setiap KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji) agar ikut mengimbau kepada jemaahnya secara persuasif,” katanya.
Sekretaris KBIH Al-Mubarok Laji mengungkapkan, ketika jemaah haji tiba diimbau fokus beristirahat dulu. “Sebaiknya jangan terburu-buru menggelar acara syukuran di rumah. Setidaknya istirahat dulu seminggu hingga dua minggu,” ucapnya.
Menurutnya, tradisi syukuran usai menunaikan ibadah haji memang tak bisa dicegah. “Biasanya syukuran diisi bagi-bagi oleh-oleh kepada keluarga, kolega, maupun tetangga. Meskipun oleh-olehnya itu belinya di Indonesia, tapi euforia itu menjadi kenangan tersendiri,” ujar Laji. Selain itu, tiap jemaah haji untuk laporan kondisi kesehatan terakhir ke puskesmas terdekat.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Whenny Dyah Prajanti mengatakan, karantina mandiri di rumah bagi jemaah haji itu bersifat imbauan demi kebaikan bersama.
Sebanyak 709 jemaah haji terbagi dua kloter. Tiba pada Minggu (17/7) dan Senin nanti. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto