Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Izin Tambang Gunung Kapur Ditangani Pemprov, Pemkab Masih Minim Data

Indra Gunawan • Sabtu, 28 November 2020 | 22:00 WIB
Izin Tambang Gunung Kapur Ditangani Pemprov, Pemkab Masih Minim Data
Izin Tambang Gunung Kapur Ditangani Pemprov, Pemkab Masih Minim Data

Radar Bojonegoro - Tebing menjulang di pertambangan batu kapur Desa Gajah, Kecamatan Baureno. Tebing putih itu menjulang bak tembok raksasa. Membentang dari sisi barat hingga timur.


Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, Kamis sore (26/11) masuk ke area bekas tambang di sisi utara. Hanya motor bisa masuk dari sisi barat. Sebab, terdapat portal. Disamping portal terdapat beberapa warung. Dari kejauhan terlihat ekskavator besar mengeruk batu kapur. Menaikannya ke dump truck. Sekitar dua truk dan tiga pikap mengantre.


Sepanjang jalan beberapa warga memakirkan motor di sisi jalan paving. Mulai muda-mudi hingga keluarga. Mereka asyik berfoto di sisi utara tambang. Bagian timur, truk keluar masuk ke area penambangan. Terdapat penjaga di pintu masuk tambang dikelola PT Wira Bhumi Sejati.


Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro Farid Naqib melalui stafnya Aries Subiantoro mengatakan, perizinan tambang langsung ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov Jatim). Sehingga data mengenai tambang dikelola PT Wira Bhumi Sejati itu masih terbatas.


“Masih minim di pemkab. Sudah meminta data tapi belum diberi,” ungkapnya. Aries menjelaskan, luas tambang sekitar 160 hektare terdapat di dua kabupaten. Yaitu di Bojonegoro dan Lamongan. Izin akan berakhir 2022, namun ada kemungkinan diperpanjang.


Sebab, di wilayah Lamongan masih banyak batu kapur bisa ditambang. Aries mengaku bekas galian tambang belum ada yang direklamasi. Namun, ada Pemerintah Desa (Pemdes) Gajah berencana memanfaatkannya sebai objek wisata. Tetapi harus menunggu hingga penambanangan selesai.


Menurut Aris, sempat terdapat keluhan dari warga sekitar pertam bangan. Akibat terbatasnya penyerapan tenaga kerja dari warga. Sementara itu, Camat Baureno Didit Sugiarto belum memberi keterangan terkait penambangan di Kecamatan Baureno.


Ketika dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat tidak memberi jawaban. Berita ini masih memerlukan konfirmasi dari PT Wira Bhumi Sejati. Salah satu perwakilan ketika dihubungi juga belum diangkat. (irv)

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro