Radar Bojonegoro - Berawal keprihatinan pada petani hidroponik kesulitan menjual hasil panen. Zaenal Fanani mendirikan usaha penjualan sayur khusus hidroponik. Dia mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat mengonsumsi sayur organik.
Memasuki ruangan berukuran 7x10 meter mata seakan-akan menjadi segar. Sejauh mata memandang terlihat daun-daun hijau. Dinding terdapat beragam sayuran. Sawi dan selada tertata rapi dengan wadah memanjang dicantolkan ke dinding.
Ruangan hijau ini berisi sayuran ini dikelola Zaenal Fanani. Ruangan tersebut awalnya ruko. Dan disulap menjadi kebun sayuran. Lokasinya tak jauh dari Jembatan Jetak. Sayuran itu tumbuh segar. Bukan sayur biasa. Melainkan sayur hasil pertanian hidroponik.
Tentunya juga organik alias tanpa pestisida. Seperti berbagai jenis sawi, selada, bayam brasil, ubi, dan sejumlah bumbu dapur. ‘’Bumbu dapur itu hanya pelengkap,’’ jelasnya. Sayur-sayur itu merekah. Tidak mati. Ditempatkan dalam wadah hidroponik. Bisa tahan lebih lama.
Berada di ruangan tersebut bisa memetik sayuran secara langsung. ‘’Semua sayur di sini hidup,’’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (1/9). Awal memanfaatkan ruko menjadi kebun berawal dari keprihatinan Zaenal pada petani hidroponik.
Selama ini, petani sayur hidroponik kerap kesulitan menjual hasil panen. Tidak banyak swalayan atau toko mau menerima. Akibatnya, sayuran itu hanya dikonsumsi sendiri. Dijual ke pasar juga tidak menguntungkan.
Harga jual sayur organik lebih mahal. Teknik menanam dan perawatan yang lebih sulit membuat harganya beda dengan sayur biasa. Zaenal berinisitif menyulap ruko menjadi sayur organik khusus menampung produk pertanian hidroponik.
Pekebun hidroponik bisa menjual hasil panenya dengan mudah. Tanpa bingung mencari pelanggan. ‘’Saat ini sudah delapan petani hidroponik Bojonegoro yang memasok. Kami masih membuka terus,’’ ujar pria bertugas di Dinas Pertanian Bojonegoro itu.
Menurut Zaenal, menyulap ruko menjadi kebun itu bukan hanya untuk mendapatkan untung. Namun, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi sayuran sehat bebas pestisida. Banyak yang tahu bahwa sayuran adalah makanan sehat dan mengadung banyak gizi.
Namun, juga banyak sayuran yang sudah terkontaminasi pestisida. Kandungan gizinya juga berkurang. Dari situlah edukasi diberikan. Agar masyarakat mengonsumsi sayuran sehat bebas pestisida. ‘’Masyarakat yang sadar hidup sehat pasti pilih sayuran organik,’’ jelasnya. Ke depan akan semakin banyak orang menerapkan hidup sehat. Pilihannya adalah mengonsumsi sayuran organik.
Editor : Indra Gunawan