Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tari Boran Menghentak, Usung Konsep Semangat

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 7 Juli 2019 | 20:00 WIB
Tari Boran Menghentak, Usung Konsep Semangat
Tari Boran Menghentak, Usung Konsep Semangat


TARI kolosal cukup menghentak ribuan mata yang memenuhi Stadion Surajaya, Lamongan, tadi malam (6/7). Ribuan pelajar tingkat SD, SMP, SMA di Lamongan terlibat koreo Opening Ceremony Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019.


berkostum serbahijau dan sedikit merah, para penari ini seketika memenuhi Stadion Surajaya, Lamongan, tadi malam (6/7). Geraknya sepadan membawa boran. Liuk-liuk tangan dan kaki yang selaras membikin tari kolosal penuh karakter.


Sebanyak 1.500 siswa dilibatkan dalam tari kolosal ini. Perpaduan tata cahaya (lighting) menambah daya gedor tari kolosal yang memecahkan rekor di Lamongan tersebut.


Seluruh tamu undangan merasa kagum. Tak bosan mata memandang tari kolosal yang menghentak ini. Ada empat jenis pertunjukan tari yang dibawakan. Yakni Tari Boran, Tari Cetar 1 dan 2, serta Tari Jadilah Sang Juara.


Taufik Hidayat, pengarah koreografi tari mengatakan, setiap pertunjukan tari memiliki filosofi tersendiri. Tari boran, merupakan identitas budaya lokal yang harus dilestarikan. Sebagai simbol kekuatan, bertahan, dan wujud implementasi budaya lokal.


Tari Cetar 1 merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, sebagai wujud Nawa Bhakti Satya. Cetar sendiri merupakan kepanjangan dari Cepat, Efektif, Tanggap atau Transparansi dan Responsif.


Tari tersebut merupakan simbol kinerja dan pelayanan Pemerintahan Provinsi Jatim. Cetar kedua, mempersilahkan masyarakat, membuka mindset mereka dalam menerima ragam budaya. Kolaborasi tari yang ada di Jatim, kemudian diaplikasikan dalam gerakan kolosal yang apik dan berkarakter.


Sementara Tari Jadilah Sang Juara, merupakan bentuk dukungan kepada para atlet. Supaya terus mengukir prestasi dan mengasah kemampuan sebagai generasi muda. Implementasi secara massif bagi seluruh siswa, pemuda, masyarakat, dan tentunya olahragawan.


“Kehadiran atlet ini bukan hanya konseptor olahraga. Tapi harus memiliki tanggung jawab dan bermain secara fair,“ ujar Taufik Hidayat.


Setiap tari, menurut dia, memiliki arti khusus. Mereka memberikan simbol langsung yang bisa dinikmati secara seni. Menurut dia, dalam konsepnya para pelajar ini akan menyuguhkan beragam komposisi tari.


Selain gerakan, mereka membentuk barisan dan membawa sejumlah properti pendukung. Tujuannya agar pesan disampaikan bisa diterima. Menurutnya, tari ini mengusung konsep semangat.


Musik digunakan juga mencerminkan semangat menggebu. Selama memberikan arahan, kata Taufik, mengaku mendapat banyak kendala. Karena tari ini melibatkan banyak anak.


Sementara tidak semua memiliki latar belakang tari. Karena itu, dia bekerja keras untuk menyuguhkan penampilan spektakuler. “Intinya kita bersama menyukseskan Porprov 2019. Prestasi itu akan mengkuti,” jelasnya.


Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli takjub atas kolosal tari boran. Sengaja nasi boran ini dikenalkan kepada semua atlet dan ofisial se Jatim. Nasi boran ini menjadi makan tradisional yang khas di Lamongan.


‘’Dengan Rp 5.000, makan nasi boran sudah kenyang,’’ ujar Fadeli.


Fadeli memastikan, setiap hari akan menyiapkan nasi boran secara gratis di setiap venue yang digelar di Lamongan. ‘’Kami juga menyediakan transportasi gratis bagi atlet dan ofisial untuk ke tempat wisata-wisata di Lamongan,’’ jelasnya.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#porprov #stadion surajaya #lamongan