Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Baru Lima Bulan, Sabet Juara 1 Kontes Nasional

Muhammad Suaeb • Sabtu, 26 Mei 2018 | 05:10 WIB
Baru Lima Bulan, Sabet Juara 1 Kontes Nasional
Baru Lima Bulan, Sabet Juara 1 Kontes Nasional

IKAN cupang kerap kali hanya dianggap ikan aduan yang tak memiliki nilai komersial. Namun, bagi sekumpulan para pemuda yang tergabung Bojonegoro Betta Solid Community (Basic), ikan cupang tidak bisa diremehkan.


Ada sebuah kedai kopi di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kota Bojonegoro, yang mengusung konsep berbeda, karena menampilkan akua rium yang berisi ikan cupang. Ikan yang mungkin hanya dikenal sebagai ikan aduan. Meskipun ikan cupang termasuk golongan ikan hias, tetapi banyak orang yang kurang tertarik menghiasi akuariumnya dengan ikan cupang.


Stigma itu sudah terlanjur disematkan pada ikan yang bernama ilmiah Betta tersebut. Padahal kalau dilihat dari ekor dan siripnya, ikan tersebut memiliki kombinasi warna yang tak kalah indah dengan ikan hias lainnya. Ikan cupang juga dikenal sebagai ikan air tawar yang tidak terlalu ribet perawatannya. Ketika sedang di kedai kopi tersebut, kebetulan ada si pemilik kedai. Ternyata memang si pemilik kedai kopi itu menyukai ikan cupang sejak “Mulai Januari lalu kami kumpul bersama, kemudian pada 20 Maret lalu Basic diresmikan,” ujar alumni Politeknik Pelayaran Surabaya 2015 itu.


Promosi komunitas melalui jejaring Facebook dan mulut ke mulut, kini anggota Basic sudah berjum lah 33 anggota. “Anggotanya mulai dari SMP hingga orang-orang yang sudah berkeluarga,” tuturnya. Ketika dia mulai serius dengan ikan cupang, hal pertama yang dia sukai ialah perawatannya mudah dan warnanya sangat beragam. Dia pun merasa ketika melihat ikan cupang yang sedang berenang di akuarium bisa mereduksi stres.


“Seru nonton cupang yang sedang tumbuh dan berenang, ekor dan siripnya juga indah,” jelasnya. Bahkan, di usia komunitas yang masih seumur jagung, Basic berani ikut kontes ikan cupang di Malang pada Mei lalu. Kebetulan saat itu yang mewakili Basic ialah Rizal sendiri, dia membawa tiga ikan cupang. Satu dari tiga ikan cupang tersebut menang jadi juara 1 ikan cupang kategori crown tail.


“Padahal musuhnya juga dari seluruh Indonesia, bisa dibilang kon tesnya juga skala nasional, tapi kami modal yakin dan nekat saja,” kata pria kelahiran 1996 itu. Rizal pun kini sudah menjadi seorang peternak (breeder), karena memang ikan cupang memiliki prospek bisnis yang bagus. “Peminatnya dari berbagai pulau, karena keindahan ikan cupang memang sangat beragam,” katanya.


Dia mengatakan harga ikan cupang mulai Rp 5 ribu per ekor hingga Rp 7 jutaan per ekor. “Biasanya ada proses lelang apabila ada jenis ikan cupang dengan model terbaru, jadi keseruan ketika menjadi breeder ialah bisa mengawinkan secara silang, hingga memeroleh jenis ikan cupang yang baru,” terangnya. Adapun kegiatan Basic ialah Sabtu malam kumpul di kedai kopi milik Rizal, lalu Minggu pagi mangkal di car free day (CFD) Alun-Alun Bojonegoro. Mereka tersebut mengedukasi kepada masyarakat luas agar lebih memahami ikan cupang. Karena memang orang awam selalu mengasosiasikan ikan cupang sebagai ikan aduan.


“Kami tidak menampik hal itu, tetapi ikan aduan itu kegiatan di belakang layar seperti halnya dengan sabung ayam,” tegasnya. Meski demikian, ada beberapa keluhan para pecinta ikan cupang atau bahkan pecinta ikan lainnya dengan kondisi air di wilayah Bojonegoro mengandung kapur. Sehingga, kerap kali ikan mati karena kualitas air yang buruk. “Tetapi kami biasanya menetralkan pH air menggunakan daun ketapang dan garam,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Suaeb
#boks