DESA GUWOTERUS Kecamatan Montong berkembang pesat dan banyak dikenal berkat kemandirian dan produktivitasnya dalam mengelola potensi alam, sumber daya manusia (SDM) serta kepedulian yang dilakukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tabungan Akhirat dan Pendekar Siaga. Hasilnya, desa dengan luas wilayah sekitar 11,42 kilometer persegi (km2) ini bertitel Desa Wisata Guwoterus-Wisata Berbasis Sedekah.
Desa Guwoterus Kecamatan Montong berada di arah barat daya pusat pemerintahan Tuban. Jaraknya sekitar 27 kilometer (km) dari pusat kota. Untuk menuju lokasi ini cukup mudah. Bisa mengendari kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Karena desa dengan penduduk sekitar 3.418 jiwa ini berada di tepi jalan raya Merakurak-Singgahan, dengan waktu tempuh sekitar 30 sampai 40 menit. Infrastruktur bagus dan mulus membuat perjalanan menuju desa itu mudah. Karena banyak tertarik, pengunjung wisata di Desa Wisata Berbasis Sedekah itu mencapai sekitar 200 orang lebih setiap bulannya.
Sebagian besar masyarakatnya sebagai petani hutan atau pesanggem. Dengan masa tanam setahun dua kali. Sebagian lainnya bekerja sebagai buruh tani yang mencapai sekitar 988 jiwa. Praktis, pendapatan masyarakat belum bisa ditunjang dari sektor non pertanian. Maklum, desa ini belum tersentuh industrialisasi dan jauh dari kota. Kondisi itu membuat masyarakat di desa ini berada kelas menengah ke bawah. Pada sektor pendidikan, sebagian besar masyarakatnya juga hanya lulusan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
Problem ekonomi dan pendidikan itu mulai teratasi dengan gerakan Tabungan Akhirat dan Pendekar Siaga. Yang kemudian lahir Desa Wisata Guwoterus-Desa Wisata Berbasis Sedekah yang merupakan Desa Produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim, melalui program Zakat Community Development (ZCD). Item programnya terintegrasi antara wisata, perekonomian, pendidikan, sosial, dan keagamaan. Yakni, river tubing, sepeda alam, ternak burung dara, kuliner burung merpati, kerajinan bambu, taman baca siaga dan radio Siaga FM. Atas program itu desa ini menjadi pilot project (percontohan) Desa Produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim, yang akan dilaunching Pada 27 Desember mendatang. Berkembanganya desa produktif itu juga atas berkat dukungan pemerintah desa setempat dan juga pihak perhutani.
Lahirnya desa produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi ini berawal dari upaya gerakan Tabungan Akhirat dan Pendekar Siaga di Desa Guwoterus Kecamatan Montong. Tabungan Akhirat ini digagas oleh para tokoh desa setempat pada Mei 2015. Gerakan ini bukan formalitas semata. Namun benar-benar dijalankan setiap hari dengan penuh keihlasan. Awalnya sebanyak 15 sampai 20 kotak tabungan akhirat berbahan kayu ditaruh di rumah warga yang dengan tulus ihlas ingin bersedekah. Harapannya warga pemegang kotak Tabungan Akhirat bisa memasukkan sebagian rezekinya setiap saat. Dengan tujuan penanaman pendidikan keluarga agar saling berbagi dan peduli guna membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Tabungan Akhirat dibuka bersama-sama setiap tahun sekali dan hasilnya dijadikan satu. Pada 11 Mei 2016, pertama kali Tabungan Akhirat dibuka secara bersama-sama. Hasilnya mendapatkan uang sedekah Rp 7,3 juta yang disalurkan kepada fakir miskin, duafa, pendidikan serta dalam bentuk sembako dan pengembangan ekonomi kerakyatan. ‘’Yakni berupa bantuan tujuh ekor kambing dan 33 paket sembako,’’ ujar Sekretaris UPZ Tabungan Akhirat Trimulyo.
Sementara tahun kedua, Tabungan Akhirat dibuka pada 25 Mei 2017 dengan nilai sedekah sekitar Rp 8.7 juta. Karena menjadi satu-satunya UPZ Baznas Kabupaten Tuban, maka hasil UPZ Tabungan Akhirat disetorkan ke Baznas Kabupaten Tuban. Selanjutnya pihak desa mengajukan program untuk pengembangan ekonomi, sosial, pendidikan, dan lainnya. Salah satunya diperuntukkan untuk santunan guru ngaji sebanyak 10 ustadz-ustadzah. Masing-masing menerima santunan Rp 500 ribu. ’’Saat ini sudah ada 45 kotak Tabungan Akhirat di rumah warga Desa Guwoterus Kecamatan Montong,’’ ungkap Trimulyo.
Tabungan Akhirat itulah menjadi salah satu pemantik pemuda setempat berkembang dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Yakni dengan mendirikan Pendekar Siaga, sekitar Desember 2016. Anggotanya sekitar 17 orang dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti, Ikatan Pencak Silat Bunga Islam, dan Margaluyu 151.
Salah satu kegiatannya meningkatkan kerukunan, peduli sesama serta demi meningkatkan keamanan dan ketertiban desa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga. Bahkan membantu pengamanan tetangga desa menjadi bagian aktivitas ‘’polisi’’ Desa Guwoterus ini tanpa pamrih. Selain itu juga peningkatan SDM, pemberdayaan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan lainnya.
Salah satu bentuk pengabdian Pendekar Siaga bersama UPZ Tabungan Akhirat membantu warga miskin dengan merahab rumah. Rumah Suwarno, salah satunya. Pengurus dan anggota pendekar siaga mejadi pelopor rehab rumah. Segala kebutuhan pembangunan rehab rumah berasal dari bantuan sedekah warga sekitar. Bahkan ahli bangunan (tukang) dan kuli pun bantuan dari warga setempat serta pengurus dan anggota Pendekar Siaga. Untuk kebutuhan konsumsi selama rehab rumah, warga sekitar juga membantu seihlasnya. Upaya Pendekar Siaga dan UPZ Tabungan Akhirat ini memantik empati berbagai pihak. Kala itu Bupati Fathul Huda dan Kapolres Tuban turut memberikan bantuan secara langsung atas program rehab rumah. ‘’Bentuk kemandirian desa ini untuk menuntaskan kemiskinan di desanya. Selain itu untuk membantu sesama,’’ tegas Ketua Pendekar Siaga Hery Prasetyo. Tak hanya itu, pendekar siaga juga peduli terhadap korban banjir di Tuban dan kegiatan sosial lainnya.
Ketika berkunjung di Desa Wisata Guwoterus-Wisata Berbasis Sedekah, senyuman manis dan sambutan hangat dari pengelola wisata dan warga menjadi pandangan mata pertama kali. Hal itu didukung penduduk setempat yang ramah dan guyub rukun. Tak perlu khawatir ketika di Desa Wisata Guwoterus ini. Semuanya dijamin aman dan nyaman. Selain masyarakatnya ramah, guyub, rukun, di desa ini ada Pendekar Siaga. Mereka selalu bisa dan siap membantu memberikan keamanan, ketertiban dan kenyamanan setiap kunjungan wisata dan selama berada di desa setempat dan sekitarnya. Desa ini juga lengkap dengan kebutuhan akomodasi. Bahkan jika membutuhkan bantuan, tour guide bisa membantu mengantarkan dengan pelayanan prima dan transparan serta dapat dipercaya.
Sekretaris UPZ Tabungan Akhirat Desa Guwoterus Kecamatan Montong Trimulyo menyampaikan program Desa Wisata Berbasis Sedekah ini terintegritas. Program ini dijalankan dengan baik oleh UPZ Tabungan Akhirat bersama Pendekar Siaga Desa Guwoterus Kecamatan Montong dengan pembinaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim. Programnya untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), ekonomi, pendidikan, dan dakwah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus turut serta mensukseskan visi-misi pemerintah Kabupaten Tuban dan Provinsi Jatim serta demi keutuhan NKRI.
Dampak positif dari kemandirian dan produktivitas desa melalui Wisata Berbasis Sedekah ini bisa membuka lapangan kerja dan peningkatan ekonomi kerakyatan, mengurangi pengangguran, pengentasan kemiskinan, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan peduli antar sesama dengan gotong-royong dan sedekah, serta menambah ilmu dan wawasan masyarakat Desa Guwoterus dan sekitarnya. Hasilnya dari masyarakat untuk masyarakat. Karena selain wisata juga bernuansa ibadah dengan sedekah. Hasil pengelolaan wisata disisihkan untuk sedekah yang dikelola oleh UPZ Tabungan Akhirat dan Pendekar Siaga. Kemudiaan disetorkan ke Baznas Kabupaten Tuban untuk disalurkan kembali kepada fakir miskin, duafa, guru ngaji serta pemberdayaan warga desa.
Dijelaskan dia, wisata berbasis sedekah ini meliputi, river tubing, sepeda alam, ternak burung dara, kuliner burung dara, kerajinan bambu, taman baca siaga dan radio Siaga FM. Semua itu ditawarkan dengan harga terjangkau. Bahkan masuk agenda paket wisata dengan Gua Putri Asih.
Ketua Program River Tubing Hery Prasetyo menjelaskan, paket wisata Rp 135.000 dengan minimal 15 orang bisa menikmati indahnya Gua Putri Asih, river tubing, berkunjung ke kerajinan bambu. Fasilitasnya makan, oleh-oleh kerajinan bambu, transportasi antar wisata. Paket harga Rp 525.000 maksimal empat orang dengan tujuan Gua Putri Asih, Jeep Fun, dan kerajinan bambu. Paket ini sudah termasuk unit jeep, driver, makan, guide, oleh-oleh dan. Paket Rp 175.000 minimal lima orang bisa menikmati bike adventure dan kerajinan bambu dengan fasilitas makan, oleh-oleh, guide sepeda gunung.
Di sini juga terdapat paket smart/edukasi dengan harga tidak mahal. Harga paket Rp 135.000 minimal 15 orang bisa menikmati Gua Putri Asih, river tubing, studi peternakan burung dara dan kerajinan bambu. Wisata sudah telah difasilitasi makan, praktik kerajinan bambu, guide dan transportasi antar lokasi wisata. Sedangkan paket Rp 132.500 minimal 15 orang bisa menikmati keindahan Gua Putri Asih, kerajinan bambu dan batik. Fasilitasnya makan, praktik kerajinan bambu, praktik membatik dan guide. Ada juga paket lebih murah Rp 85.000 minimal 15 orang dengan tujuan Gua Putri Asih, kerajinan bambu, dan kunjungan industri ke PT Semen Gresik. Keunggulannya free makan dan guide. Bagi yang ingin melakukan jogging adventure dan melihat kerajinan bambu ada paket Rp 105.000 minimal lima orang. Fasilitasnya makan, oleh-oleh dan guide. Sedangkan bagi offroader juga disediakan paket seharga Rp 175.000 sudah termasuk makan lima porsi, guide, oleh-oleh. Tujuan Gua Putri Asih, kerajinan bambu. ‘’Hasil tiket river tubing disihkan sedekah Rp 3.000 perwisatawan. Dari sewa alat river tubing juga disisihkan untuk sedekah Rp 3.500 perwisatawan. Kalau paket wisata disisihkan Rp 12.500 setiap wisatawan,’’ tutur Hery Prasetyo.
River tubing sendiri memanfaatkan sungai di Desa Guwoterus dan sekitarnya. Jarak tempuhnya sekitar 4 km. Yakni, jalur pertama sepanjang 3 km dan jalur kedua sepanjang 1 km. Selama menyusuri sungai, wisatawan dilengkapi dengan safety dan dipandu tenaga profesional. Di sinilah salah satu keindahan alam dengan panorama tebing di kanan-kiri yang bisa dinikmati. Air bersih dan kondisi sungai yang indah bisa menambah semangat. Hutan dan tumbuhan yang rindang menambah gairah liburan dalam menyusuri sungai. Usai river tubing, wisatawan bisa menikmati kuliner burung dara khas desa setempat. Wisatawan juga bisa melihat dan praktik secara langsung kerajinan bambu dan bisa refressing membaca buku di Taman Baca Siaga serta studi banding di Radio Siaga FM.
Kerajinan bambu menjadi salah satu potensi di desa untuk mendukung wisata. Pohon bambu disulap miniori bentuk masjid, perahu, serta kelengkapan kebutuhan rumah tangga. Seperti tempat tisu, sendok, asbak, cangkir, rak sabun, tempat minuman, tempat foto dan pulpen, tempat Hp (handphone), vendel, tempat piring. ‘’Harganya bervariasi antara Rp 25 ribu sampai Rp 1 juta lebih,’’ tutur Kholik Yuliamin, ketua perajin bambu.
Dijelaskan dia, kreativitas itu dimulai sejak 17 September 2016 dengan dibantu gerakan UPZ Tabungan Akhirat dan Pendekar Siaga. Kini telah berkembang karena pemesan selalu menghampiri. Tak hanya pengunjung wisata untuk oleh-oleh. Namun sejumlah daerah juga tertarik memesan. Seperti asal Jakarta, Bojonegoro, Surabaya, Gresik, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Rembang dan lainnya.
Hasil penjualan, ungkap dia, sebanyak 2,5 % dari harga jual disisihkan sedekah yang disetorkan ke UPZ Tabungan Akhirat-Pendekar Siaga dan disetorkan ke Baznas Kabupaten Tuban. Karena berkembangnya kerajinan ini tak lepas dari binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim melalui program ZCD. Beragam bantuan untuk keberlangsungan kerajinan pun telah disalurkan Baznas Provinsi Jatim.
Kholik menjelaskan kini sudah ada enam perajin. Setiap dua minggu sekali para perajin menyetorkan hasil karyanya sesuai dengan pesanan. ‘’Setiap perajin dalam dua pekan sekali bisa memperoleh penghasilan antara Rp 400 ribu sampai Rp 800 ribu dengan jumlah hasil kerajinan antara 20 buah ke atas,’’ jelasnya
Seperti yang diakui Supriyono. Pria berusia 53 tahun ini telah merasakan manfaatnya. Dalam dua pekan bisa menghasilkan kerajinan 20 buah sampai 40 buah. Adanya kerajinan ini cukup membantu dirinya dan lima perajin lainnya. Selain bisa menjadi pekerjaan andalan juga bisa belajar pemasaran, perekonomian dan lainnya. ‘’Dulu saya jualan bakso. Karena sepi, ya ndamel kerajinan niki,’’ tuturnya.
Sementara itu, peternakan burung dara juga berkembang dengan baik. Bermodal bantuan dari Baznas Kabupaten dan Baznas Provinsi Jatim berupa induk burung dara, dan kandang, serta pakan, peternakan burung ini sudah berjalan selama dua bulan. ‘’Jumlah peternak mencapai 10 orang dengan masing-masing peternak memiliki dua kandang,’’ kata Sunari, koordinator peternak burung dara.
Dalam dua kandang itu terdapat 80 ekor induk burung dara yang dipelihara. Burung yang sudah layak, dijual sebagai kuliner khas Guwoterus agar bisa dinikmati wisatawan. ‘’Dari harga jual disisihkan 5 % untuk sedekah,’’ tutur pria yang banting setir dari sopir menjadi peternak burung dara ini. Kamaludin, salah satu peternak mengaku sudah dua kali menuai hasil burung dara ini. Dari induk sampai saatnya dijual membutuhkan waktu sekitar 22 hari. Harganya antara Rp 40 ribu sampai 50 ribu setiap ekor.
Bagi Sunari dan Kamaludin serta peternak lainnya, usaha peternakan ini sangat membantu. Selain mendapat ilmu beternak juga bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bersedekah serta peduli sesama.
Tak hanya itu. Di desa dengan mayoritas penduduk sebagai buruh tani ini juga didirikan Taman Baca Siaga. Tempat berukuran 3 meter x 6 meter ini berisi sedikitnya 450 koleksi buku. Lokasi yang merupakan eks toko itu memiliki beragam buku. Mulai buku bacaan umum, agama, sekolah, anak-anak, dan lainnya. ‘’Semua buku bantuan Baznas (Baznas Kabupaten Tuban), dan bantuan lainnya,’’ tutur Arif Budi Prasetyo, koordinator Taman Baca Siaga. Pemuda yang hanya tamatan SMP ini setiap hari stanby bersama lima anggota lainnya. Sebab sewaktu-waktu anak-anak, pemuda dan masyarakat berkunjung di Taman Baca Siaga ini.
Program binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi juga terdapat radio Siaga FM. Salah satu tujuanya selain peningkatan SDM juga sebagai sarana dakwah dan informasi penting bagi Desa Guwoterus dan sekitarnya. Sebanyak 14 pemuda turut andil dalam pengembangan radio ini. ‘’Tempat radio berada di eks sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah). Pirantinya bantuan dari Baznas (Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim),’’ ujar penanggungjawab Radio Siaga FM Kris Dwi Endriansah.
Di gelombang 107,2 MHz, pendegar bisa menikmati dan mengikuti sejumlah program siar mulai pukul 05.00 sampai 24.00. Di antaranya ngaji esok, lagu Islami, berita pagi, musik, sandiwara, dialog publik, jagongan hukum serta temu sahabat. Semua program di atas dikelola dan dijalankan pemuda serta warga desa setempat.
So, potensi yang ada ini juga bisa dinikmati wisatawan. Setelah menyusuri Gua Putri Asih, susur sungai dengan river tubing, sepeda alam, praktik kerajinan bambu, dan kuliner burung dara, wisatawan bisa berkunjung ke Taman Baca Siaga dan studio Radio Siaga FM. Sembari istirahat, pegunjung bisa bersantai dengan membaca buku di Taman Baca Siaga dengan koleksi buku yang lengkap.
Jadi Desa Wisata Guwoterus-Wisata Berbasis Sedekah ini cocok menjadi pilihan liburan pribadi, keluarga maupun sekolah, lembaga dan instansi serta lainnya. Karena kondisi alam yang sejuk, infrakstruktur baik, penduduk yang ramah, fasilitas dan akomodasi lengkap dengan keamanan terjamin, serta harga paket wisata yang tidak mahal, dan bisa bersedekah pula. Hasil sedekah diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain berwisata juga bisa dijadikan tempat studi.
Kabag Kesra Setda Tuban Eko Julianto menjelaskan, Wisata Berbasis Sedekah di Desa Guwoterus Kecamatan Montong ini merupakan program ZCD. ‘’Alhamdulillah dari Baznas Provinsi sudah disalurkan ditahun ini di Desa Guwoterus dengan beberapa program. Dari Baznas kabupaten juga mendukung pendidikannya melalui Taman Baca. Ini merupakan desa yang kami pilih (sebagai pilot project desa produktif) yang ada potensinya ada penggeraknnya. Kami berharap melalui program ZCD ini potensi lokal desanya bisa dibangkitkan untuk kesejahteraan masyarakat di Desa Guwoterus,’’ terangnya.
Konsepnya dilakukan oleh UPZ Tabungan Akhirat. Yakni apabila ada kegiatan wisata sebagian hasilnya disisihkan untuk sedekah. Selanjutnya disetorkan ke Baznas Kabupaten Tuban dan nantinya sebanyak 70 % disalurkan ke UPZ untuk program yang bersinergi dengan program yang ada di Baznas Kabupaten Tuban.
Disampaikan dia, Desa Wisata Guwoterus-Wisata Berbasis Sedekah ini merupakan kali pertama. Peresmian yang akan dilakukan pada Rabu (27/12) mendatang sekaligus menjadi salah satu bagian dari Tuban peduli masyarakat miskin yang masuk dalam rangkaian hari jadi Tuban secara keseluruhan.
Bupati Tuban Fathul Huda menyampaikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh UPZ Tabungan Akhirat dan Pendekar Siaga Desa Guwoterus Kecamatan Montong. Sebagai wujud apresiasi itu, dirinya berkenan kunjungan ke lapangan. ‘’Sebagai wujud apresiasi, kita kunjungan dan memberikan bantuan keuangan,’’ kata dia ketika dikofirmasi wartawan koran ini.
Senada disampaikan Ketua DPRD Tuban M. Miyadi. Politikus yang juga Sekretaris DPC PKB Tuban ini menyampaikan, Desa Guwoterus Kecamatan Montong memiliki banyak potensi wisata tradisional yang perlu terus dikembangkan. ‘’Bahkan saat ini wisata di desa ini sudah banyak dilakukan inovasi oleh tokoh dari kalangan muda, termasuk salah satunya Pendekar Siaga (dan UPZ Tabungan Akhirat) bersama koperasi yang mengelolanya,’’ tegasnya. Oleh karena itu, apabila Baznas Tuban dan Baznas Provinsi Jatim mengambil inisiatif sebagai desa binaan, maka DPRD Tuban mendukung dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).
Kepala Disparbudpora Tuban Sulistiyadi mendukung penuh adanya Desa Wisata Guwoterus-Wisata Berbasis Sedekah, yang merupakan Desa Produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim. ‘’ Dari sisi wisata, kami sangat mengapresiasi. Karena Baznas (Baznas Kabupaten Tuban dan Baznas Provinsi Jatim) programnya sudah memperhatikan kondisi obyek yang sangat membutuhkan binaan. Harapan kami selanjutnya kegiatan yang telah diterima tersebut hendaknya terus dapat dikembangkan. Sehingga kedepan binaan tersebut dapat berkelanjutan,’’ pungkasnya.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agus Wijaya menyatakan, pihaknya akan mengawal dan mensuport berkaitan SDM melalui kegiatan kelompok masyarakat. Di antaranya kerajinan miniori yang akan terus diperhatikan pada tahun ini, tahun depan dan selanjutnya. Tak hanya itu, instansinya sangat mendukung Desa Wisata Berbasis Sedekah untuk dipasarkan dan dipromosikan. ‘’Untuk itu pihaknya berjanji akan memperkuat kelembagaan usaha dan pemberdayaannya,’’ tegasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tuban Joko Prijono menilai bagus dengan apa yang dilakukan Desa Guwoterus Kecamatan Montong dengan pengembangan layanan baca di ruang publik dalam rangka meningkatkan budaya minat baca. Sekaligus bisa digunakan sebagai sarana pusat informasi untuk menambah wawasan maupun pengetahuan. (Program) itu bisa kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Tuban melalui layanan perpustakaan kemitraan,’’ terangnya.
Editor : Bachtiar Febrianto