KEBAHAGIAAN tergantung pada diri masing-masing, merupakan prinsip yang dipegang oleh Aura Anisa Dewi. Sebab, terlalu banyak mengeluh juga tidak menawarkan apa-apa. Sehingga, Aura ciptakan kebahagiaan dengan cara dia sendiri tanpa harus sibuk mengeluh.
’’Bersyukur atas segala nikmat Tuhan merupakan cara untuk meredam segala rasa sedih dan keluhan,” ujar perempuan asal Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, itu. Karena itu, Aura kerap menjadwalkan hal-hal seru bersama kawan-kawannya seperti traveling atau berkuliner. ’’Nggak harus keluar jauh sih, yang terpenting kan kebersamaannya,” tuturnya.
Perempuan yang kuliah sambil kerja itu juga memiliki hobi menonton film dan aerobik. Karena, menurut dia, menyibukkan diri mampu menangkal dari hal-hal negatif yang akan mendekat. ’’Kalau sibuknya positif kan kita tidak mungkin memikirkan hal-hal aneh yang menyesatkan,” ujar mahasiswi Unigoro jurusan ilmu sosial politik itu.
Dia pun ingin menjadi perempuan mandiri. Kemandirian itu muncul usai lulus SMA, dia pun bekerja di sebuah perusahaan swasta di Bojonegoro. ’’Kerja usai lulus SMA itu seru, tambah pengalaman, lalu kuliah dengan biaya sendiri,” katanya.
Sementara itu, perempuan kelahiran 24 November 1994 itu kelak ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses dengan tetap memerhatikan kodrat sebagai seorang calon ibu. Perencanaan itu pun sudah dia pikirkan sejak lama, karena tidak mungkin mengejar cita-cita lalu mengesampingkan hal-hal prinsip seperti tugas seorang ibu. ’’Saat ini lebih fokus menabung ilmu dan rezeki untuk masa depan,” pungkasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto