RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peningkatan kebutuhan LPG 3 kilogram (kg) berpotensi terjadi saat Ramadan hingga jelang Lebaran mendatang. Untuk itu, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora ancang-ancang meminimalisasi kelangkaan.
Jika terjadi lonjakan permintaan LPG melon yang signifikan, maka akan dilakukan pengajuan penambahan kuota fakultatif ke Pertamina. Plt Kabid Perdagangan Dindagkop UKM Blora Indah Yuniatik mengatakan, akan melakukan sidak ke pangkalan untuk mengetahui stok maupun harga di tingkat pangakalan.
‘’LPG subsidi nanti kita mintakan tambahan fakultatif. Pengawasan nanti kita monev, harga dan stok. Nanti kita lakukan muter (keliling),’’ ujarnya.
Menurut dia, penambahan kuota fakultatif akan dilakukan bila terdapat aduan kelangkaan dari masyarakat. Namun, ia memastikan saat ini stok LPG masih aman.
‘’Saat ini belum dirasa perlu, kalo ada kami share. Nanti kalo ada kelangkaan baru meminta tambahan edaran (LPG melon),’’ katanya.
Tahun sebelumnya, sambung Indah, dilakukan hal serupa, mulai dari monev hingga sidak. Untuk tahun ini akan ada keterlibatan aparat penegak hukum (APH), sehingga pengawasan LPG subsidi akan lebih ketat.
‘’Sementara kuota dan permintaan aman. Untuk tahun ini lebih ada tim Polres, jadi lebih ketat lagi,’’ imbuhnya.
Sementara itu, bahan bakar minyak (BBM) juga jadi perhatian. Pihaknya gencar melakukan pengawasan dengan melakukan uji tera ke seluruh SPBU di Kabupaten Blora.
‘’Seluruh SPBU, kebetulan mereka baru saja melakukan tera, hasil tera aman semua,’’ tukasnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan, pihaknya juga akan menjadwalkan sidak terhadap lonjakan permintaan di SPBU maupun SPBE untuk LPG. Yakni akhir Februari dan Bulan Maret 2026 saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
\‘’Ada untuk monev di SPBU dan SPBE. Jelang Hari Raya nanti kita keliling lagi. Untuk SPBU, SPBE kita perkirakan dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri,’’ terangnya.
Pihaknya berharap agar ASN di Blora tidak lagi menggunakan LPG subsidi. Sehingga apabila terdapat lonjakan permintaan masyarakat saat menjelang Lebaran, maka tidak terjadi kelangkaan untuk masyarakat.
‘’Kalau ASN harusnya pakai yang nonsubsidi. Jangan pakai-pakai yang 3 kilo yang subsidi. Jadi harus seperti itu, untuk menghindari kelangkaan di lapangan,’’ harapnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana