RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari berhasil menjadi salah satu produsen telur di Bojonegoro.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Usaha Bhakti Manunggal berhasil mengembangkan perternakan ayam petelur. Usaha tersebut berkembang berkat dukungan dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC).
Kepala Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari Rohmad Edi Suyanto mengatakanCorporate Social Responsibility (CSR) ayam petelur dari PEPC sukses.
Awal mula CSR pada 2021 satu kandang ayam petelur. Kemudian di 2022 ditambah lagi satu kandang. Bahkan, di 2024 awal BUMDes menambah satu kandang lagi.
Sehingga, total terdapat tiga kandang ayam petelur. ‘’Melihat kebutuhan telur di Bojonegoro tinggi,” ungkapnya.
Rohmad menjelaskan kapasitas kandang saat ini sekitar 3500. Namun, baru terisi sekitar 2500 ayam petelur dengan produksi per hari sekitar 1,5 kwintal.
Jika kadang terisi penuh produksi diperkirakan bisa mencapai lebih dari 2 kwintal. Menurut Rohmad, CSR tersebut dampak baik untuk masyarakat Desa Kaliombo.
Masyarakat yang rerata usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa membeli telur dari kandang langsung. Tentu dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.
Sehingga, UMKM bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan laba. ‘’Telur juga fresh, baru dari kadang,” jelasnya.
Rohmad menjelaskan produksi telur bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Kaliombo. Terutama ketika musim hajatan. Namun ketika produksi berlebih dijual ke pasar.
‘’Peternakan ayam petelur dikelola BUMDes dan bisa menyumbang pendapatan asli desa (PAD) walau belum besar,” terangnya.
Selain berhasil mengembangkan peternakan ayam petelur, dukungan dari PEPC juga mendorong program Pelestarian Seni Budaya Desa Kaliombo (Pentas Bu Sambo).
Tepatnya melalui Sanggar Seni Joyo Tirtho Budoyo Laras yang berjalan sejak 2024 setelah mendapat bantuan alat karawitan.
Kemudian dibuat ekstrakurikuler dengan menggandeng tiga SD di Desa Kaliombo. Hasilnya anak-anak di Desa Kaliombi antusias belajar karawitan.
‘’Rerata dari siswa kelas 3 hingga kelas 5 SD,” ungkapnya Menurut Rohmad, adanya sanggar tersebut bisa menjadi sarana untuk kegiatan positif anak-anak.
Sehingga, anak-anak tidak kecanduan gawai. Sekaligus melestasikan kebudayaan. ‘’anak-anak sudah tampil di beberapa acara desa. Orang tua juga mendukung anak-anaknya tampil,” jelasnya.
Bahkan, Desa Kaliombo tahun ini diresmikan sebagai Desa Panjak. Sehingga, ke depan ada bibit panjak dan pelaku karawitan. (*/irv)
Editor : Bhagas Dani Purwoko