Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sambangi Sumur Tua Lapangan Ledok di Blora, Bahlil Pantau Pengambilan Lantung

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 18 Juli 2025 | 18:53 WIB
KUNJUNGAN: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kunjungan di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Blora.
KUNJUNGAN: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kunjungan di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Blora.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pekat bau minyak mentah dari mulut sumur LDK 204 sambut kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Kamis siang (17/7). Didampingi Bupati Blora dan Jajaran SKK Migas, Bahlil Lahadalia melihat langsung prosesi pengambilan lantung di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Blora.

“Coba tes (pengambilan minyak),” ujar Menteri ESDM sambil menunjuk mulut sumur. Desing mesin diesel menyeruak, Bahlil dan para jajaran memperhatikan timba masuk kedalam mulut sumur dan beberapa selang kemudian terangkat dan memuncratkan air yang dibarengi dengan lantung berwarna kuning dan bau menyengat.

Diketahui, Sumur LDK 204 itu sudah menggunakan mesin diesel untuk mengambil lantung dari dalam perut bumi. Sumur LDK 204 dikelola Sutikno bersama 525 orang lainnya. Satu mulut sumur tersebut ditarget bisa memproduksi 350 BOPD (Barel of Oil Per Day). Ia mengaku selalu menggunakan alat pelindung saat bekerja.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut setelah diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 14 tahun 2025. Mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan sumber daya minyak yang lebih inklusif. Pihak yang bisa terlibat meliputi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Diprediksi potensi yang ada di Blora itu mencapai 1.000-an sumur. Saat ini pihak Pemkab dan pertamina EP sedang melakukan inventarisir jumlah pasti sumur yang berpotensi dapat dikelola di daerah.

Permen ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (luk/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#menteri esdm #sumur tua #ledok #bahlil lahadalia #blora #migas