RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Warga sekitar lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Bojonegoro sempat dihebohkan dengan persiapan aparat dan petugas keamanan dengan simulasi yang cukup ketat pada Rabu (25/6).
Namun, kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Bojonegoro pada Kamis siang (26/6) dibatalkan. Cuaca berkabut hingga faktor kesehatan menjadi penyebab utama.
Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahdalia menyampaikan, sebenarnya bapak presiden berkenan hadir, namun terhalang faktor cuaca.
Menurut Bahlil, 45 menit sebelum keberangkatan masih siap untuk berangkat. ‘’Tapi karena kabut yang membuat tidak bisa mendarat, dan demi keselamatan bapak presiden,” katanya.
Presiden Prabowo maupun Bahlil memilih melakukan peresmian tambahan produksi minyak di Blok Cepu melalui sambungan telekonferensi zoom. Sementara itu, sesuai jadwal, sedianya Presiden Prabowo dan Bahlil direncanakan datang ke Lapangan Banyu Urip pada pukul 13.00.
Batalnya kedatangan presiden tersebut, membuat 1.318 personel disiagakan di lokasi peresmian, langsung dibubarkan.
“Kegiatan pengamanan kedatangan presiden dinyatakan selesai, pasukan dapat kembali ke satuan masing-masing,” jelas Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro Mayor Inf Bambang Riyanto.
Kunjungan Presiden Prabowo ini rencananya untuk meresmikan tambahan produksi minyak sebesar 30 ribu barel per hari (bph) yang dicapai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Lapangan Banyu Urip, berkat penambahan sumur Banyu Urip Infill Clastic (BUIC).
Jumlah tersebut meningkatkan kapasitas produksi lapangan minyak tersebut dari 150.000 bph menjadi kurang lebih 180.000 bph.
Hadir di Bojonegoro yakni Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Forkopimda, Bupati Blora Arief Rohman, Kepala SKK Migas Jabanusa, Presiden EMCL, Badan Kerja Sama Pengelolaan Interest Participating (PI) Blok Cepu, dan jajaran pejabat di sekitar wilayah operasi. (dan/msu)
Editor : Muhammad Suaeb