Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro Belum Ditetapkan Desa Penghasil Migas

Hakam Alghivari • Jumat, 29 September 2023 | 00:50 WIB
PENGHASIL MINYAK: Lokasi lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu INI belum ditetapkan sebagai desa penghasil migas. (Fathur For RDR.BJN)
PENGHASIL MINYAK: Lokasi lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu INI belum ditetapkan sebagai desa penghasil migas. (Fathur For RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lokasi lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, belum ditetapkan sebagai desa penghasil migas.

Padahal produksi minyak di lapangan minyak Kedung Keris (KDK), telah menghasilkan rerata 20 ribu barel per hari (BPH).

Sementara itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo Kecamatan Kalitidu masih berharap ditetapkannya lapangan KKD sebagai desa penghasil minyak dan gas bumi (migas).

Bahkan, telah meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sejak 2021 lalu.

‘’Sampai saat ini masih belum ditetapkan desa penghasil migas, padahal terdampak langsung,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sukoharjo Sulistyawan.

Dia masih menantikan penetapan status desa penghasil migas, karena upaya yang dilakukan selama ini belum terealisasi.

Padahal, desa dekat lapangan KDK, terdampak langsung migas yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). ‘’Tentunya perlu ada perhatian khusus untuk desa di ring satu, agar mempercepat proses pembangunan di desa,” bebernya.

Sementara, berbagai dampak sudah dirasakan dengan adanya sumur minyak di Desa Sukoharjo. Selain dampak berkurangnya lahan pertanian, juga terdapat konflik sosial dengan adanya isu minyak di desa.

‘’Karena warga berasumsi kalau adanya minyak di desanya, berarti ada manfaat yang bisa dirasakan. Namun posisi kami juga sama bahkan di bawah desa lain,” ungkanya.

Onshore Facility Manager EMCL Harwiyono menyampaikan, lapangan KDK bisa berproduksi 20 ribu barel per hari (bph). Lapangan KDK telah berproduksi pada 2019 lalu, dengan perkiraan awal hanya 10 ribu bph.

Menurutnya, lapangan Kedungkeris cukup strategis dengan menopang produksi Lapangan Banyu Urip, ‘’Padahal Kedungkeris hanya satu sumur, berbeda dibanding lapangan banyuurip yang terdapat 30 sumur,” ungkapnya. (dan/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#kalitidu #kedung #Keris #bojonegoro #migas