Mengapa Ayam Sering Mematuk Teman Satu Kandang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:42 WIB
Ilustrasi ayam di kandang. (MAGNIFIC)
Ilustrasi ayam di kandang. (MAGNIFIC)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memelihara ayam tidak selalu berjalan mulus. Di balik kandang yang tampak tenang, tidak sedikit peternak dibuat khawatir ketika melihat ayam mulai mematuk bulu, kepala, ekor, bahkan kloaka teman satu kandangnya. Jika dibiarkan, perilaku ini dapat berkembang menjadi luka serius, infeksi, hingga kematian.

Sekilas, kebiasaan tersebut mungkin terlihat seperti perilaku alami. Padahal, dalam ilmu peternakan, ayam yang sering mematuk ayam lain umumnya sedang memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada lingkungan, pakan, atau sistem pemeliharaan. Kondisi ini dikenal sebagai feather pecking dan pada kasus yang lebih parah dapat berkembang menjadi cannibalism atau kanibalisme pada unggas.

Baca Juga: Obat dan Vitamin yang Harus Kamu siapkan Sebelum Beternak Ayam Kampung

Lantas, mengapa ayam sering mematuk teman satu kandang? Berikut penyebab yang paling umum beserta cara mengatasinya.

1. Kandang Terlalu Padat Membuat Ayam Mudah Stres

Kepadatan kandang merupakan salah satu penyebab utama ayam saling mematuk. Ketika terlalu banyak ayam berada dalam ruang yang sempit, mereka akan kesulitan bergerak, berebut tempat makan, serta lebih mudah mengalami stres.

Stres memicu perubahan perilaku, termasuk meningkatnya agresivitas. Ayam yang dominan cenderung mematuk ayam lain sebagai bentuk persaingan atau mempertahankan wilayah.

Karena itu, peternak perlu memastikan kepadatan kandang sesuai dengan umur dan jenis ayam agar setiap individu memiliki ruang yang cukup untuk bergerak.

Baca Juga: Pasokan dari Jombang hingga Tuban, Penjual Kurungan di Dander Andalkan Daerah Tetangga

2. Kekurangan Nutrisi, Terutama Protein dan Mineral

Perilaku mematuk juga dapat muncul akibat ketidakseimbangan nutrisi. Ayam membutuhkan protein, asam amino esensial seperti metionin, serta mineral dan natrium dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan maupun produksi telur.

Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, ayam dapat menunjukkan perilaku abnormal, termasuk mematuk bulu atau bagian tubuh ayam lain.

Memberikan pakan berkualitas dengan kandungan nutrisi yang seimbang menjadi langkah penting untuk mencegah masalah ini.

3. Cahaya Terlalu Terang

Pencahayaan yang terlalu terang atau menyala terlalu lama dapat meningkatkan aktivitas dan agresivitas ayam.

Pada kondisi tersebut, ayam lebih mudah memperhatikan luka kecil atau bulu yang rontok pada ayam lain. Begitu melihat warna merah dari darah, naluri mematuk dapat semakin meningkat dan memicu ayam lain melakukan hal serupa.

Karena itu, intensitas pencahayaan sebaiknya disesuaikan dengan fase pemeliharaan agar ayam tetap aktif tanpa menjadi terlalu agresif.

Baca Juga: Harga Telur Ayam di Bojonegoro Stabil Rp 25.000 Per Kilogram

4. Suhu Kandang Terlalu Panas

Ayam sangat sensitif terhadap suhu lingkungan. Ketika kandang terlalu panas dan ventilasi kurang baik, ayam akan mengalami heat stress atau stres panas.

Selain menurunkan nafsu makan, kondisi ini juga dapat memengaruhi perilaku ayam sehingga lebih mudah gelisah dan agresif.

Menjaga sirkulasi udara tetap lancar, menyediakan air minum yang cukup, dan mengurangi panas berlebih di dalam kandang dapat membantu menekan risiko tersebut.

5. Ayam Merasa Bosan

Ayam memiliki naluri alami untuk mengais tanah, mencari makanan, dan mengeksplorasi lingkungan. Jika kandang terlalu kosong tanpa aktivitas, ayam dapat mengalami kebosanan.

Akibatnya, mereka mulai mematuk bulu atau tubuh ayam lain sebagai bentuk pelampiasan perilaku alami yang tidak tersalurkan.

Peternak dapat menyediakan bahan yang aman untuk dikais atau digantung di dalam kandang agar ayam memiliki aktivitas tambahan dan tidak mudah bosan.

Baca Juga: 7 Tips Memelihara Ayam Petelur agar Sehat, Produktif, dan Rajin Bertelur

6. Ada Ayam yang Terluka

Luka kecil sering menjadi awal terjadinya kanibalisme pada ayam. Warna merah dari darah memiliki daya tarik bagi ayam lain sehingga memicu perilaku mematuk secara berulang.

Semakin parah luka yang muncul, semakin besar kemungkinan ayam lain ikut mematuk, sehingga cedera dapat membesar dalam waktu singkat.

Karena itu, ayam yang terluka sebaiknya segera dipisahkan dari kelompok hingga kondisinya pulih.

Cara Mengatasi Ayam yang Sering Mematuk Teman Satu Kandang

Mengatasi perilaku ini tidak cukup hanya dengan memisahkan ayam yang agresif. Akar penyebabnya juga harus diperbaiki agar masalah tidak kembali muncul.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Jangan Anggap Sepele Perilaku Mematuk

Ayam yang sering mematuk teman satu kandang bukan sekadar menunjukkan sifat agresif. Dalam banyak kasus, perilaku tersebut merupakan tanda adanya masalah pada manajemen pemeliharaan, mulai dari kepadatan kandang, kualitas pakan, pencahayaan, hingga kondisi lingkungan.

Dengan mengenali penyebabnya sejak dini dan melakukan perbaikan pada sistem pemeliharaan, peternak dapat mencegah terjadinya luka, kematian, penurunan produksi, serta kerugian ekonomi. Rekomendasi ini sejalan dengan berbagai panduan manajemen unggas dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, FAO, serta hasil penelitian tentang feather pecking pada ayam, yang menekankan bahwa pencegahan melalui manajemen kandang dan nutrisi merupakan langkah paling efektif dibanding menangani dampaknya setelah perilaku tersebut berkembang. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
mematuk teman satu kandang Ayam penyebab