Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ternyata Nasi Dingin Lebih Sehat dari Nasi Panas, Ini Penjelasannya

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 19 September 2025 | 00:55 WIB
Nasi Panas vs Nasi Dingin.
Nasi Panas vs Nasi Dingin.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di banyak rumah, nasi biasanya langsung disantap saat masih hangat.

Namun, tahukah Anda bahwa nasi dingin justru punya manfaat kesehatan lebih baik dibanding nasi panas?

Hal ini berkaitan dengan kandungan resistant starch pada nasi yang telah didinginkan, yang terbukti lebih baik untuk pencernaan dan kadar gula darah.

Apa Itu Resistant Starch pada Nasi?

Resistant starch adalah jenis pati yang tidak mudah dicerna oleh tubuh. Proses pendinginan nasi setelah dimasak menyebabkan pati dalam beras berubah struktur, sehingga menjadi lebih tahan terhadap enzim pencernaan.

Maka dari itu, nasi dingin memiliki efek seperti serat makanan yang lebih sulit dicerna, lebih lama diserap, dan memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan usus.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Bulletin (2010), resistant starch berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengontrol kadar gula darah, serta mendukung metabolisme tubuh.

Perbedaan Nasi Panas dan Nasi Dingin

Dengan kata lain, proses sederhana mendinginkan nasi setelah dimasak bisa mengubah indeks glikemiknya menjadi lebih rendah.

Manfaat Kesehatan Nasi Dingin

1. Mengontrol Gula Darah

Resistant starch membantu memperlambat penyerapan glukosa, sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Baca Juga: Nasi Goreng Jawa, Sajian Klasik dengan Cita Rasa Kumpul Keluarga

2. Menyehatkan Pencernaan

Bekerja layaknya serat prebiotik yang memberi “makanan” bagi bakteri baik di usus.

3. Membantu Diet dan Menjaga Berat Badan

Karena lebih lama dicerna, nasi dingin membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

4. Mengurangi Risiko Penyakit Metabolik

Beberapa studi menunjukkan konsumsi resistant starch dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Sentuhan Lokal: Nasi Semalam yang Jadi Ciri Khas

Di Bojonegoro, tradisi menyimpan nasi semalam bukanlah hal asing. Banyak keluarga desa yang biasa menyimpan nasi di panci atau cething untuk dimakan kembali keesokan paginya.

Bahkan, nasi yang sudah agak kering sering diolah kembali menjadi nasi goreng semalam, atau dikeringkan lebih lama menjadi nasi aking sebagai cadangan makanan.

Kebiasaan ini sebenarnya selaras dengan temuan ilmiah modern, nasi yang sudah dingin atau disimpan semalaman justru memiliki kandungan resistant starch lebih tinggi.

Artinya, tradisi lama yang sering dianggap sekadar pengiritan, ternyata menyimpan manfaat kesehatan yang jarang diketahui.

Cara Efektif Mengonsumsi Nasi Dingin

Untuk mendapatkan manfaatnya, nasi yang sudah dimasak bisa didinginkan di suhu ruang lalu disimpan di kulkas minimal 12 jam.

Baca Juga: Inilah Khas Nasi Pecel dari Berbagai Daerah di Jawa Timur

Setelah itu, nasi bisa dimakan dingin seperti pada sajian sushi, atau dipanaskan kembali. Menariknya, proses memanaskan ulang tidak akan mengurangi resistant starch yang sudah terbentuk.

Kesimpulan

Meski nasi hangat tetap menggugah selera, nasi dingin menawarkan manfaat kesehatan yang lebih besar.

Kandungan resistant starch di dalamnya membantu mengontrol gula darah, menyehatkan usus, hingga mendukung program diet.

Di Bojonegoro, tradisi menyimpan nasi semalam sudah jadi kebiasaan lama. Kini, ilmu pengetahuan membuktikan bahwa kebiasaan itu bukan hanya hemat, tapi juga menyehatkan. (nfs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#sehat #resistant starch #manfaat #gula darah #bojonegoro #indeks glikemik #nasi hangat #nasi panas #nasi dingin