Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengapa Badan Masih Terasa Pegal Walau Sudah Cukup Tidur? Berikut 5 Penyebab Utama!

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 18 Agustus 2025 | 02:08 WIB
Ilustrasi foto perempuan bangun tidur.
Ilustrasi foto perempuan bangun tidur.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anda mungkin pernah mengalami ini: setelah tidur 7-8 jam, seharusnya badan terasa segar dan bugar. Namun, saat bangun, yang Anda rasakan justru sebaliknya.

Tubuh terasa kaku, pegal, dan seperti belum beristirahat sama sekali. Fenomena ini sering terjadi dan bisa menjadi tanda adanya kebiasaan atau masalah yang perlu diperhatikan.

Lantas, mengapa badan masih terasa pegal-pegal meskipun Anda merasa sudah cukup tidur? Berikut adalah beberapa penyebab umum yang bisa jadi pemicunya.

1. Posisi Tidur yang Salah

Ini adalah penyebab paling umum dari pegal-pegal saat bangun tidur. Posisi tidur yang tidak ergonomis bisa menekan saraf, membatasi aliran darah, dan memberikan beban berlebih pada otot atau sendi tertentu sepanjang malam.

Tidur Tengkurap: Posisi ini memaksa leher Anda berputar ke satu sisi selama berjam-jam, yang bisa menyebabkan ketegangan pada otot leher, bahu, dan punggung.

Bantal yang Tidak Tepat: Bantal yang terlalu tebal atau terlalu tipis bisa membuat leher dan kepala dalam posisi yang tidak alami, memicu nyeri leher dan sakit kepala. Bantal yang tidak mendukung lekuk leher dengan baik dapat membuat otot leher tegang.

Kasur yang Tidak Sesuai: Kasur yang terlalu empuk tidak memberikan dukungan yang memadai untuk tulang belakang, menyebabkan tulang belakang melengkung. Sebaliknya, kasur yang terlalu keras bisa memberikan tekanan pada titik-titik tertentu, seperti pinggul dan bahu.

2. Dehidrasi

Dehidrasi bisa terjadi bahkan saat Anda tidur, terutama jika Anda kurang minum air sepanjang hari.

Bagaimana Dehidrasi Menyebabkan Pegal? Air sangat penting untuk fungsi otot dan sendi. Ketika tubuh kekurangan cairan, jaringan otot tidak bisa bekerja dengan optimal, dan cairan di sekitar sendi bisa berkurang. Hal ini bisa menyebabkan kram otot, rasa sakit, dan kekakuan.

3. Kurang Gerak atau Gaya Hidup Sedentari

Jika Anda menghabiskan sebagian besar hari Anda dengan duduk (misalnya, bekerja di kantor), kurangnya aktivitas fisik bisa menjadi pemicu pegal-pegal.

Otot yang Kaku: Duduk dalam waktu lama bisa menyebabkan otot-otot tertentu, seperti otot pinggul dan punggung bawah, menjadi kaku dan tegang. Saat Anda tidur, otot-otot ini tidak sepenuhnya rileks dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat bangun.

Sirkulasi yang Buruk: Kurang bergerak juga memperburuk sirkulasi darah. Sirkulasi yang buruk bisa menghambat pengiriman oksigen dan nutrisi ke otot dan sendi, yang berkontribusi pada rasa pegal dan kaku.

4. Stres dan Kecemasan

Stres memiliki dampak fisik yang signifikan pada tubuh, bahkan saat Anda tidur.

Ketegangan Otot: Saat stres, tubuh secara otomatis mengencangkan otot-otot, terutama di area leher, bahu, dan rahang (misalnya, menggemeretakkan gigi saat tidur). Ketegangan otot kronis ini bisa menyebabkan rasa pegal yang berkelanjutan.

Gangguan Tidur: Stres dan kecemasan bisa menyebabkan tidur yang tidak nyenyak atau terfragmentasi. Meskipun Anda merasa sudah tidur cukup lama, kualitas tidur yang buruk membuat tubuh tidak bisa masuk ke fase pemulihan yang dalam, sehingga badan tetap terasa lelah dan pegal.

5. Kekurangan Nutrisi Tertentu

Nutrisi berperan penting dalam menjaga kesehatan otot dan sendi.

Kalium dan Magnesium: Kedua mineral ini krusial untuk fungsi otot dan sistem saraf. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan kram otot dan kejang.

Vitamin D: Vitamin D penting untuk kesehatan tulang. Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan nyeri otot dan kelemahan, yang mungkin terasa seperti pegal-pegal.

Cara Mengatasi Pegal-Pegal Saat Bangun Tidur

Untuk mengatasi masalah ini, coba perbaiki beberapa aspek berikut:

Jika pegal-pegal terus berlanjut dan disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang lebih tepat. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#sehat #bangun tidur #pegal #stres