RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kadang saat kita menonton serial anime dan drama Korea (drakor), kita dapat melihat para karakter dalam cerita memakan makanan yang serupa, yakni sebuah kue berbentuk ikan. Ternyata di kedua negara tersebut, jajanan tersebut serupa namun tak sama.
Di Jepang kue ini disebut sebagai taiyaki, sementara di Korea Selatan makanan ini dikenal sebagai bungeoppang. Keduanya kurang lebih mengambil inspirasi bentuk yang sama, yakni ikan mas.
Namun tidak sesua bentuknya, isian kedua menu tersebut bukan daging ikan, melainkan isian bahan-bahan manis. Secara tradisional baik taiyaki maupun bungeoppang memiliki isian kacang merah, namun dewasa ini banyak yang memakai isian cokelat, selai, es krim, matcha, keju, bahkan mustard.
Menurut Tetsu Okada dalam bukunya, Tabemono Kigen Jiten (Ensliklopedia Makanan), taiyaki merupakan modifikasi dari makanan serupa, yakni imagawayaki, kurang lebih mirip wafel atau terang bulan dengan isian kacang merah. Ide mengubah terang bulan menjadi kue ikan pertama kali dilakukan oleh seorang pedagang kaki lima bernama Seijiro Kobe pada 1909, kurang lebih di akhir era Meiji.
Kala itu Seijiro yang kesulitan berjualan imagawayaki mengamati bahwa banyak masyarakat kala itu ingin makan ikan, namun mengalami kendala pada harganya yang tinggi. Sehingga Seijiro menawarkan pengalaman makan ikan dengan membuat imagawayaki berbentuk ikan.
Kemudian taiyaki diperkenalkan kepada masyarakat Korea (saat itu belum terpisah) pada 1930, ketika Jepang menjajah dan menduduki wilayah mereka. Meskipun demikian, bungeoppang baru digemari masyarakat Korea Selatan di era 1990-an.
Perbedaan kedua kue ini sebenarnya mudah dikenal, namun agak sulit diamati kasat mata. Bungeoppang biasanya disajikan dalam bentuk kecil-kecil, sementara taiyaki cenderung disajikan dalam porsi sedang atau bahkan besar. Selain itu, ekor taiyaki biasanya lebih panjang.
Bagi kalian yang ingin makan taiyaki, jangan khawatir harus berpergian ke Jepang atau Korea Selatan. Dewasa ini banyak cetakan kedua makanan tersebut yang dapat ditebus secara online, sehingga kini taiyaki dan bungeoppang dapat dinikmati di rumah.
Bahan membuat taiyaki/bungeoppang:
- Cetakan taiyaki/bungeoppang
- 150 gr tepung terigu
- 1 sdt baking powder
- 2 sdm gula pasir
- 1 butir telur ayam
- 180 ml susu cair
- 200 gr kacang merah halus/blender, selai kacang, atau isian lain
- Minyak goreng, margarin atau mentega
Cara membuat taiyaki/bungeoppang:
- Kocok telur dan susu dalam mangkok atau wadah besar hingga rata
- Dalam mangkuk atau wadah lain, campur tepung, baking powder, dan gula. Tuangkan campuran telur dan susu, aduk hingga tidak menggumpal.
- Diamkan adonan minimal 45 menit sebelum mulai memasak
- Oles cetakan dengan minyak, margarin atau mentega, kemudian panaskan cetakan.
- Kecilkan api, tuang adonan hingga setengah cetakan.
- Masukkan isian ke dalam cetakan, kemudian tutup isian dengan adonan hingga cetakan penuh.
- Tutup cetakan, masak hingga 30-60 detik.
- Balik cetakan dan ulangi langkah nomor 7 hingga adonan berwarna coklat keemasan.
- Sajikan selagi panas.
(edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana