RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Selain pertanian pangandan hortikultura, iklim Bojonegoro yang terkenal panas dapat memberikan tantangan dalam memilih dan merawat tanaman hias. Suhu harian yang cenderung tinggi serta musim kemarau yang panjang membuat tidak semua jenis tanaman hias dapat tumbuh optimal di Kota Ledre.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bojonegoro memiliki suhu rata-rata tahunan berkisar antara 27 hingga 34 derajat Celcius. Selain itu, curah hujan tahunan cenderung bervariasi, dengan musim hujan yang berlangsung singkat dan musim kemarau yang cukup panjang, terutama pada periode Mei hingga Oktober. Namun pada tahun ini, Bojonegoro diprediksi mengalami kemarau basah, dengan hujan masih turun pada pertengahan Juni.
Tentu kondisi ini menjadi tantangan bagi para pecinta tanaman hias, utamanya pemula. Pemilihan tanaman yang tepat tidak hanya akan memudahkan perawatan, tetapi juga memastikan pertumbuhan tanaman tetap sehat dan indah meskipun di bawah paparan sinar matahari terik.
Karakteristik Tanaman Hias yang Sesuai
Tanaman hias yang dapat bertahan di Bojonegoro umumnya memiliki ciri-ciri adaptif terhadap iklim panas, seperti daun yang tebal atau berdaging (sukulen), kemampuan menyimpan air, serta toleransi terhadap cahaya matahari langsung.
Menurut riset hortikultura dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada 2022 silam, tanaman dengan struktur morfologi tersebut lebih efisien dalam mengelola penguapan dan tetap bisa berfotosintesis optimal meski dalam suhu tinggi.
Selain itu, jenis media tanam juga memengaruhi daya tahan tanaman. Media yang cepat menyerap dan mengalirkan air seperti campuran pasir dan kompos sangat disarankan agar akar tanaman tidak tergenang, terutama saat musim hujan tiba secara tiba-tiba.
Baca Juga: Pohon Tabebuya dan Pule Hiasi Jalanan Kota Bojonegoro, Juga Cegah Kerusakan Trotoar Jalan Poros Kota
Contoh Tanaman yang Terbukti Adaptif
Beberapa spesies yang telah terbukti adaptif di wilayah Bojonegoro antara lain Sansevieria (lidah mertua), Adenium obesum (kamboja Jepang), dan Euphorbia milii (bunga kastuba duri). Ketiga tanaman tersebut dapat tumbuh baik di lingkungan terbuka, tahan kekeringan, serta memerlukan penyiraman yang relatif minim.
Tentu, ada pula tanaman hias yang memang cocok untuk ditanam di iklim kering. Selain kbunga kamboja, kaktus dan bugenvil juga akrab menjadi tanaman hias di iklim kering. Bugenvil juga akrab digunakan untuk menghiasi berbagai rumah di area Jawa Timur.
Selain itu salah satu tanaman hias yang populer untuk ditanam pada iklim panas adalah bunga Tabebuya. Namun Tabebuya memiliki periode mekar yang singkat, sehingga perlu waktu lama untuk menikmati keindahannya kembali.
Dengan mengenali karakteristik tanaman yang tahan panas, serta memerhatikan aspek teknis seperti media tanam dan frekuensi penyiraman, masyarakat tetap dapat menikmati keindahan tanaman hias meskipun dalam kondisi cuaca panas terik. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana