Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Merayakan Hari Buku Sedunia: Menghidupkan Budaya Literasi Global

Hakam Alghivari • Rabu, 23 April 2025 | 23:56 WIB

 

Hari buku sedunia diperingati setiap tanggal 23 April
Hari buku sedunia diperingati setiap tanggal 23 April

 

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap tanggal 23 April, dunia memperingati Hari Buku Sedunia sebagai momen penting untuk merayakan peran buku dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai media penyimpan pengetahuan, buku juga menjadi simbol peradaban dan jendela dunia bagi setiap generasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Hari Buku Sedunia hadir sebagai pengingat akan pentingnya membaca dan menulis dalam membentuk masyarakat yang berpikir kritis dan berwawasan luas.

 

Peringatan ini bukan hanya bentuk apresiasi kepada pembaca, tetapi juga bentuk penghormatan bagi para penulis, penerbit, dan seluruh pihak yang berjasa dalam industri perbukuan. Melalui karya-karya mereka, para penulis telah menginspirasi jutaan orang, menyuarakan kebenaran, menyampaikan imajinasi, dan merekam sejarah manusia.

 Baca Juga: Waspada! 6 Topik Obrolan Perempuan yang Bisa Tunjukkan Sisi Emosional yang Perlu Diwaspadai

Hari Buku Sedunia pertama kali ditetapkan oleh UNESCO pada 23 April 1995. Pemilihan tanggal ini bukanlah tanpa alasan. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari wafatnya tiga sastrawan besar dunia: William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega. Ketiganya dikenal sebagai tokoh literasi yang memiliki pengaruh besar dalam dunia sastra dan kebudayaan global.

 

Setiap tahun, UNESCO bersama organisasi internasional lain di bidang perbukuan menetapkan satu kota di dunia sebagai Ibu Kota Buku Dunia. Kota yang terpilih diharapkan dapat menjadi pionir dalam mempromosikan budaya membaca dan literasi, baik secara nasional maupun internasional. Program ini dimulai pada tahun 2001, dan hingga kini telah ada 25 kota yang menyandang predikat tersebut.

 

Untuk tahun 2025, gelar Ibu Kota Buku Dunia jatuh kepada Kota Rio de Janeiro, Brasil. Terpilihnya Rio de Janeiro bukan tanpa sebab. Kota ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjadikan buku sebagai alat pemersatu masyarakat dan sarana perubahan sosial. Pemerintah dan masyarakatnya bersama-sama menginisiasi program literasi inklusif yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Program tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah dan perpustakaan, tetapi juga menjangkau ruang-ruang publik, penjara, dan komunitas-komunitas terpencil.

 Baca Juga: 7 Karakter Hebat Perempuan yang Berani Bepergian Sendiri: Lebih dari Sekadar Petualangan, Menurut Pandangan Psikologi

Rio de Janeiro mengajarkan bahwa membaca bukan hanya soal akses terhadap buku, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang aman dan menyenangkan untuk belajar dan berdiskusi. Semangat ini menjadi cerminan dari tujuan utama Hari Buku Sedunia—menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya literasi dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan beradab.

 

Peringatan Hari Buku Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk terus menghidupkan budaya membaca di tengah masyarakat. Mari jadikan buku sebagai teman setia dalam perjalanan hidup kita, sebagai sumber inspirasi, pengetahuan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (oss/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#23 April #hari buku sedunia #membaca #Rio de Jeneiro #Buku #sastrawan #brazil #unesco