LAMONGAN, Radar Lamongan - Ikan giru atau ikan badut cukup familiar, setelah diangkat dalam film kartun ‘’Finding Nemo’’. Paska film yang dirilis Tahun 2003 itu, masyarakat lebih mengenal dengan sebutan ikan nemo.
Namun, ikan laut yang biasa hidup di terumbu karang tersebut digunakan sebagai penghias akuarium. Salah satu pehobinya Dimas Pria Andika, warga Jalan Raya Kalianyar, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan.
‘’Keindahan dan kecantikan ikan laut hias menjadi daya tarik sendiri. Apalagi ditambah dengan hiasan terumbu karang dan ada anemone (hewan yang menempel di terumbu karang),’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (24/2).
Dimas, sapaan akrabnya menunjukkan dua akuarium berisi habitat laut. Satu akuarium berisi ikan nemo, serta satu akuarium lainnya berisi ikan dakocan. Dia sudah empat tahun memelihara ikan laut hias. Awalnya, dia harus melakukan beberapa kali percobaan, hingga menemukan cara tepat memelihara agar tidak mati.
Pria 32 tahun ini mendatangkan air laut dari Malang. Meski mahal ongkos kirim, tapi air lau dari Malang yang paling cocok. Sebab, Dimas pernah mencoba menggunakan air laut dari pantura Lamongan, tapi terumbu karang di akuarium tidak bisa mekar.
‘’Kalau air dari Malang ini satu minggu sudah bisa mekar, karena kami sempat uji coba, dan airnya relatif aman untuk terumbu karang dan ikannya jarang mati,’’ ujar bapak dua anak ini.
Dimas menjelaskan, hal yang perlu diperhatikan saat merawat ikan nemo yakni salinitas (tingkat kandungan garam air laut). Untuk ikan laut hias kadarnya 22 promil hingga 25 promil. Sedangkan, untuk terumbu karang kadarnya 22 hingga 30 promil. ‘’Pada angka itu biasa aman, kecuali hanya merawat ikan saja,’’ ujarnya.
Koordinator Penyuluh Perikanan Dinas Perikanan Lamongan, Awang Rochadiyan Okrista mengatakan, standar kualitas hidup ikan minimal ketersediaan suplai oksigen yang cukup dalam akuarium, pH air yang stabil antara 6,5 sampai 7,5, salinitas dalam akuarium yang terjaga antara 25-30 promil.
‘’Kebersihan akuarium, suhu terjaga untuk akuarium kisaran 23-28 derajat celcius,’’ terang Awang.
Harga Ikan Nemo Murah Meriah
MEMILIKI bentuk yang mempesona, tapi ternyata ikan laut hias memiliki harga yang murah. Di antaranya ikan nemo seharga Rp 25 ribu per ekor, serta ikan dakocan seharga Rp 15 ribu per ekor.
Namun yang mahal dari akuarium habitat laut yakni peralatannya, yang mencapai jutaan rupiah. Alat yang diperlukan yakni lampu otomatis, kipas angin, dan selang top-up air.
Dimas menjelaskan, peralatan ini untuk mempermudah dalam perawatan. Misalnya lampu otomatis yang secara otomatis menyala, karena pada waktu tertentu terumbu karang mekar.
‘’Lampu itu pada siang hari menyala saat terumbu karang mekar, pada malam mulai redup,’’ terang Dimas.
Dia memberikan contoh, di bawah akuarium terdapat galon berisi air tawar, yang terdapat selang top-up menghubung ke akuarium. Dimas menjelaskan, fungsinya untuk otomatis mengisi ke akuarium jika salinitasnya menurun akibat air laut menguap.
‘’Perawatan akuarium air laut ini sebulan sekali dan dikurangi seperempat,’’ imbuhnya.
Untuk penyakit ikan ini, biasanya terjangkit jamur atau white spot. Dimas mengatakan, menaruh ikan dokter di dalam akuarium, yang nantinya menggerogoti jamur yang ada di ikan laut hias.
Satu akuarium berukuran 40 centimeter (cm) persegi, Dimas biasanya mengisi dengan maksimal enam ikan. ‘’Tidak boleh terlalu banyak,’’ imbuhnya.
Untuk yang baru merawat ikan laut hias, ada trik untuk pemberian makan. Sebab, ikan laut biasanya memakan plankton. Sehingga, perlu dibiasakan untuk memakan makanan buatan. Caranya ikan dipuasakan selama tiga hari, kemudian diberikan makanan sedikit demi sedikit hingga terbiasa.
Sedangkan untuk terumbu karang juga ada pupuk cair untuk menunjang perkembangannya. ‘’Terumbu karang bisa berkembang, ada yang memisahkan diri,’’ pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari