Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Komunitas Sae Ngaos Mbah Kali Konang : Dulu Buang Sampah di Sungai Dibiarkan, Kini Banyak yang Beri Teguran

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 21:08 WIB
KEGIATAN RUTIN: Pembersihan di aliran Sungai Konang, Kecamatan Babat dilakukan seminggu dua kali.  (IST/RDR.LMG)
KEGIATAN RUTIN: Pembersihan di aliran Sungai Konang, Kecamatan Babat dilakukan seminggu dua kali. (IST/RDR.LMG)

 

CAP Sungai Konang, Kecamatan Babat kotor, kini mulai luntur. Dulu, sungai itu dipenuhi sampah.

M Wijoto, 68, memandangi Sungai Konang. Dia teringat dua tahun lalu, sungai itu belum bersih seperti sekarang. Banyak sampah yang mengapung di sungai tersebut.

Meski sudah dibersihkan, masih saja ada beberapa warga yang membuang sampah lagi ke sungai. Padahal, sampah dapat mengakibatkan saluran pembuangan air tersendat yang berujung banjir.

Wijoto kemudian mencetuskan pembentukan Komunitas Sae Ngaos Kali Konang. Tujuannya, membersihkan sampah di sekitar sungai tersebut dan menggugah hati warga Babat untuk membuang sampah pada tempatnya.

‘’Saya harap nanti warga sudah terbiasa melakukan pembuangan sampah di TPS,’’ tuturnya.

Sampah mulai plastik, potongan kayu, hingga bahan – bahan lainnya dibersihkan dari Sungai Konang. ‘’Pembersihan sungai ini diniatkan dengan bersedekah,’’ imbuhnya.

Dengan niat bersedekah, maka tidak mengharapkan pamrih dari orang lain. Termasuk tidak mengharapkan bantuan minuman dan makanan selama bersih - bersih.

‘’Jangan teriak meminta kopi, jajan, serta yang lainnya kepada orang lain saat melakukan pembersihan sungai,’’ ujarnya.

Anggota komunitas Sae Ngaos Mbah Kali Konang tidak banyak. Hanya delapan orang. Usianya juga tidak muda lagi, 48 - 68 tahun. Semuanya Warga Desa/Kecamatan Babat.

Ada arti terkait nama komunitas tersebut. Sae Ngaos merupakan kepanjangan shodaqoh asli enak nek gelem aku obah saget.

Sudah hampir 1,5 tahun komunitas tersebut berjalan dan membersihkan sungai setiap Jumat sore dan Minggu pagi. Mereka membawa 8 - 10 glangsing sampah setiap kali bersih - bersih.

Aksi mereka menimbulkan banyak kepedulian. Jika dulu saat membersihkan sungai sering masih ada orang yang membuang sampah di dekat mereka, maka kini jarang ditemui lagi.

‘’Sekarang, sudah banyak orang lain yang menegur bila mana ada orang yang membuang sampah di sungai,’’ tuturnya. (mal/yan)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sungai konang #bersih #sae ngaos kali konang #Sedekah #Sampah #komunitas #pembuangan sampah #Sungai #bersedekah #pembuangan air #tps #babat #kotor