LAMONGAN, Radar Lamongan - Cuaca panas menyengat menyelimuti
perjalanan wartawan koran ini menuju ke rumah peternak ular, Apriandi Denis Kurniawan di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, kemarin (4/5). Pria yang akrab disapa Denis tersebut tampak sibuk membersihkan kandang di depan luarnya.
Tiga jenis ular memenuhi kandang rumahnya yakni sanca batik, ball python, dan boa. Dia memelihara tiga pasang dan 24 anakan sanca batik, tiga pasang ball python dan 16 anakan ball phyton, dan boa satu ekor. Secara visual, sanca batik memiliki ukuran lebih besar yang mencapai hingga 8 meter lebih. Sedangkan, ular boa memiliki ukuran badan lebih pendek dan kepala lebih kecil. ‘’Lebih jinak dan mudah dipelihara,’’ tutur Ketua Komunitas Reptil (Kartel) Lamongan ini.
Denis, sapaan akrabnya mengaku perawatan ular tidak berbisa ini cukup mudah. Normalnya, dia memberikan makan seminggu sekali. Namun, pada ular yang sedang masa birahi bisa tahan tidak makan selama tiga bulan.
‘’Untuk bersih-bersih kandang seminggu sekali, kandang boleh kering, tapi seminggu direndam air,’’ ujarnya.
Denis sudah hobi memelihara ular sejak Tahun 2012. Kini, dia bisa meraup pundi-pundi uang melalui hobinya ini dari beternak ular sanca batik dan ball python. Harga ular sanca batik seharga Rp 150 ribu sampai Rp 3 juta per ekor. Sedangkan, harga ball python mulai Rp 500 ribu sampai Rp 4 juta per ekor, serta ular boa berkisar Rp 1 juta per ekor.
‘’Harga selepas ganti kulit pertama dan sudah tes makan,’’ katanya.
Ular yang siap kawin yakni jantan berumur 1,5 tahun dan betina berumur tiga tahun. Untuk ball python mampu menghasilkan hingga 9 butir telur. Sedangkan, sanca batik paling sedikit menghasilkan 14 butir telur.
’’Setahu saya ular boa ovovivipar, jadi kita tidak perlu menyediakan inkubator,’’ ujarnya.
Selain itu, dia juga kerap mengikutkan kontes ular kesayangannya. Ular retic leucistic paradox miliknya sering menyabet juara. Dia menjelaskan, retic leucistic paradox merupakan ular
albino tidak sempurna dan memiliki corak tidak semestinya. Hal itu yang mambuat ular tersebut unik.
‘’Itu umur dua tahun, panjang sekitar 1,8 meter. Pernah juara tiga pada event morph attack kelas open retic combo morph Tahun 2023,’’ terangnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana