Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berkomitmen akan bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan stakeholder dalam mendorong percepatan akses keuangan di daerah. Bupati Yes, sapaan akrabnya akan mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah. Serta meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat melalui inklusi keuangan, seperti yang ditekankan Gubernur Jatim.
‘’Kami akan bersama-sama dalam mewujudkan keterbukaan informasi layanan keuangan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Lamongan khususnya,” tutur Bupati Yes.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, para pemimpin daerah diharapkan aktif menggencarkan program TPAKD untuk mendorong kredit pembiayaan, serta melawan rentenir melalui literasi keuangan kepada masyarakat.
Untuk mereduksi sebaran rentenir, Khofifah meminta pemerintah daerah mendampingi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang sudah mendapatkan serifikasi dari OJK.
‘’Untuk pendampingan terhadap LKM yang bersertifikasi akan lebih maksimal apabila dilakukan oleh pimpinan daerah,” ucap Khofifah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, terdapat 3 tantangan yang dihadapi TPAKD. Antara lain meningkatkan optimisme masyarakat, mempercepat penyaluran KUR dan KURDA, dan mensinergikan TPAKD.
‘’Optimalkan peran platform digital, dan sinkronisasai data UMKM antar anggota TPAKD, sehingga dapat terintegrasi dan mempermudah penyaluran KUR dan KURDA,’’ terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto