Terapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
LAMONGAN, Radar Lamongan – SMP Negeri 2 Lamongan mendorong tercapainya nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar pancasila ke dalam diri seluruh siswa. Sehingga, SMP negeri beralamat di Jalan Veteran nomor 3, Lamongan itu ingin berperan mencetak generasi bangsa yang berkarakter pancasila. Untuk mewujudkan hal itu telah diterapkan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di sekolah tersebut.
‘’Siswa diharapkan tidak hanya menyerap dan memahami mata pelajaran umum di sekolah, tapi juga menghayati nilai-nilai dalam profil pelajar pancasila,’’ tutur Kepala SMP Negeri 2 Lamongan, Hj. Yayuk Setia Rahayu, M. Pd.
Yayuk menjelaskan, terdapat tujuh tema yang ditetapkan oleh Kemendibudristek dalam pelaksanaan P5. Di jenjang SMP, sekolah memilih minimal tiga tema. Pemilihan tema berdasarkan isu yang relevan di lingkungan asal siswa dan sekolah. Artinya ada unsur kedekatan tema dengan kondisi sekolah.
Tema yang sudah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Lamongan meliputi tema suara demokrasi, yang sudah dilaksanakan pada tanggal 12 September hingga 27 September 2022. Berupa kegiatan pemilihan Ketua OSIS.
‘’Tema kedua yakni gaya hidup berkelanjutan. Dalam melaksanakan P5, siswa belajar dalam periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk atau aksi,’’ tuturnya.
Beragam produk dalam berbagai bidang yang ditampilkan oleh SMP Negeri 2 Lamongan, dalam Pameran Pendidikan Kabupaten Lamongan di halaman Sport Center Lamongan (SCL) kemarin (29/9). Meliputi bidang seni budaya, bidang sains dan teknologi, bidang adiwiyata, serta bidang sosial dan kewirausahaan.
Dalam bidang seni budaya, siswa menghasilkan beragam produk dari proses kain ecoprint, bahan kulit kayu Papua, bahan pandan, botol air mineral, tutup galon, lukisaan dari kain perca, dan beberapa bahan lainnya.
Bidang sains dan teknologi, para siswa melaksanakan menanam tanaman yang memiliki banyak manfaat. Misalnya tanaman pengurang polusi udara, tanaman empon-empon, tanaman anggrek, dan tanaman lidah buaya.
Di bidang adiwiyata berupa daur ulang sampah daun yang diberi nama “briket rangdaun”. Dilakukan dengan cara mengolah sampah daun di lingkungan sekolah untuk dijadikan briket dari arang daun. Serta, daur ulang minyak jelantah “minjel soap”, berbahan dasar minyak bekas penggorengan. Selain itu, menghasilkan WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) dengan menyusun ulang potret wajah dari sampah plastik atau bungkus makanan ringan.
‘’Bidang sosial dan kewirausahaan membuat risoles dengan berbahan dasar tepung dari biji asam. Pohon asam yang tumbuh di lingkungan sekolah menghasilkan banyak buah dan belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dimanfaatkan para siswa untuk membuat olahan makanan yaitu risoles,’’ terang Yayuk. (lam)