Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

KLHK: Layak Jadi Proyek Percontohan Nasional

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 17 September 2022 | 16:01 WIB
JAGA LINGKUNGAN: Dirjen PSLB 3 Kementrian Lingkungan Hidup Rosa Vivien Ratnawati (tengah) berfoto bersama Managing Director Takanobu Tachikawa dan Presiden Direktur PPLI Yoshiaki Chida, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan jajarannya Jumat (16/9). (Istime
JAGA LINGKUNGAN: Dirjen PSLB 3 Kementrian Lingkungan Hidup Rosa Vivien Ratnawati (tengah) berfoto bersama Managing Director Takanobu Tachikawa dan Presiden Direktur PPLI Yoshiaki Chida, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan jajarannya Jumat (16/9). (Istime
BRONDONG, Radar Lamongan - Pabrik pengolahan limbah beracun yang dikelola PT Dowa Eco-System Indonesia (DESI) di Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, sangat layak untuk menjadi proyek percontohan nasional.

 

Penilaian itu diungkapkan Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rosa Vivien Ratnawati, saat meninjau kesiapan operasional DESI di Brondong, Jumat (16/9).

 

‘’Semua sudah melalui proses penelitian. Dari temuan di lapangan, di Dowa bagus sekali dan persyaratannya melebihi dari aturan persyaratan yang ditetapkan pemerintah," ujar anak buah Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya tersebut.

 

Rosa mengatakan, PT Dowa sangat memikirkan safety-nya. Sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan lingkungan sekitarnya.

 

“Saya melihat fasilitas yang disiapkan cukup baik dan sesuai standar. Perusahaan ini menggunakan teknologi yang bagus sehingga bisa menjadi percontohan pengelolaan limbah,” imbuhnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lamongan, Dr H Yuhronur Efendi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Jatim, kepala DLH Lamongan, dan Muspika Brondong.

 

Mereka diterima Managing Director Takanobu Tachikawa dan Presiden Direktur PPLI Yoshiaki Chida serta jajaran manajemen DESI dan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

 

Managing Director Takanobu Tachikawa menjelaskan, PT DESI bekerja untuk mengelola limbah B3, khususnya di Jatim dengan teknologi berstandar untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan. Perusahaan ini awalnya berkembang di Jepang dan masuk ke Indonesia sekitar 30 tahun lalu. Karena sudah diakui hasil kerjanya, PT DESI dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan limbah B3 di Jatim. ‘’Kita mengutamakan pelayanan 4R (reduce, reuse, recycle, dan recovery). Dari konsep itu kita berkontribusi untuk menjadikan Indonesia lebih baik dalam pengelolaan sampah,’’ jelasnya.

 

Sementara sister company DESI, yakni PT PPLI, hampir 30 tahun melakukan pengolahan limbah industri dengan sejumlah klien perusahaan -perusahaan besar seperti Pertamina, Unilever, Astra Cevron, dan rumah sakit pemerintah.

 

Saat ini, infrastruktur sudah 95 persen yang disiapkan PT DESI. Fasilitas yang digunakan sama dengan holding company. Di antaranya, transportasi pengangkutan limbah berstandar sesuai ketetapan KLHK. Dua laboratorium berteknologi pengolahan limbah yang diterapkan di negara maju, dan landfill untuk mengubur limbah yang telah dihilangkan sifat racun dan bahayanya.

 

PT DESI banyak menyerap tenaga kerja lokal, khususnya di Desa Tlogoretno, Kecamatan Brondong.

 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, industrialisasi sangat penting sebagai pengungkit ekonomi daerah. Pemkab Lamongan juga berkomitmen untuk menjaga lingkungan. PT DESI diharapkan bisa menghadirkan ekosistem yang baik di Lamongan, khususnya dalam pengelolaan limbah.

 

“Saya berharap pengelolaan limbah ini memberikan banyak manfaat untuk lingkungan dan sama-sama menjaga lahan agar tidak terkontaminasi zat berbahaya,” ujarnya. (rka) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Limbah #lingkungan #KLHK #DOWA #lamongan