‘’Kini sudah melakukan pemasangan diafragma jembatan. Semoga saja besok (hari ini, Red) bisa melakukan pengecoran,’’ tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah perwakilan Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik Ketut Payun Astapa kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (11/4).
Dia mengatakan, pemasagan diafragma sudah dikerjakan selama dua hari ini. Proses ini lebih lama dibandingkan pemasangan girder sebelumnya. Yakni kurang lebih membutuhkan waktu sekitar seminggu.
Setelah pemasangan diafragma, nantinya dilakukan pengecoran yang diperkirakan membutuhkan waktu sehari. Apalagi pengecoran telah menggunakan bahan beton yang paling keras untuk mempercepat pengerjaan.
‘’Setelah pengecoran, tentunya langkah selanjutnya sudah mulai bisa dilakukan pengaspalan,’’ imbuhnya. ‘’Yang pastinya, nanti H-10 tentunya jembatan sudah bisa dilalui untuk penguna jalan yang melintas,’’ ucapnya.
Sebelumnya, sejumlah pejabat provinsi hingga pusat sudah meninjau perbaikan dengan nama sebutan Jembatan Balun tersebut. Terakhir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang memastikan konstruksi baru mampu menahan beban hingga 50 ton lebih. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto