Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Contoh Kasus Legal Etik Keperawatan dalam Pelayanan Kesehatan

Hakam Alghivari • Jumat, 8 November 2024 | 20:49 WIB

Ilustrasi keperawatan.
Ilustrasi keperawatan.

Penulis: Erika Diya

Pembimbing: Dr. Fitri Arofiati, Ph.D.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pekenalkan saya Erika Diya, atau akrab dipanggil Erika, saya adalah salah satu mahasiswa program pascasarjana magister keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan salah satu perawat yang berkeja di rumah sakit. Dengan dosen pembimbing ibu Dr. Fitri Arofiati, Ph.D. di sini saya akan sedikit sharing terkait dengan contoh bentuk etik keperawatan dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. 

Aspek etika keperawatan merupakan hal penting bagi perawat di pelayanan. Banyaknya kasus pelanggaran etik yang terjadi di Indonesia harus menjadi konsen dan instrospeksi. Salah satu kasus pelanggaran etik seperti pasien jatuh, pembiaran pasien hingga terlambat mendapatkan penanganan merupakan hal-hal yang masih saja terjadi dalam perawatan pasien. Eiger (2018). 

Dalam sistem keperawatan ada beberapa prinsip yang harus kita patuhi dan kita terapkan. Terdapat tujuh prinsip etik keperawatan. Yakni otonomi (menghormati hak pasien), non malficience (tidak merugikan pasien), beneficience (melakukan yang terbaik bagi pasien), justice (bersikap adil kepada semua pasien), veracity (jujur kepada pasien dan keluarga), fidelity (selalu menepati janji ), dan confidentiality (mampu menjaga rahasia pasien).

Semua legal etik keperawatan dalam bidang Pendidikan ataupun bidang pelayanan harus dipatuhi dan diterapkan secara efisien. Namun, terkadang seorang perawat sama halnya dengan yang lain. Manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, keteledoran, dan sifat lupa.

Beradasarkan contoh kecil yang terjadi di rumah sakit, bukan hanya satu atau dua pasien yang kita tangani. Juga, karena beberapa banyak kejadian yang terjadi di dalam proses keperawatan yang melanggar prinsip etik keperawatan.

Contoh kasus yang terjadi adalah ketika perawat ingin memberikan insulin kepada satu pasien saat sarapan pagi, dan mengatakan ingin datang setelah 15 menit. Pada saat itu, pasien sudah menunggu perawat untuk mengkonsumsi sarapan paginya. Ternyata perawat datang 30 menit setelahnya, hal ini membuat pasien menunggu dan kecewa dikarenakan perawat tidak menepati janjinya.

Hal tersebut sudah termasuk melanggar prinsip etik keperawatan yaitu fidelity (menepati janji). Kasus tersebut sangat sering terjadi kepada beberapa pasien. Dikarenakan, manajemen waktu yang kurang baik dan kesibukan pada saat pagi. Jam visit dokter, pemberian obat, dan pelaksanaan implementasi lainnya yang harus dikerjakan dalam delapan jam kerja. 

Harapannya kedepan, perawat harus bisa menerapkan prinsip legal etik keperawatan. Dimulai dari hal kecil sampai hal besar. Menepati janji pasien bukan merupakan masalah besar. Namun, kode etik keperawatan harus tetap dipatuhi demi terwujudnya pelayanan yang baik, sejahtera, dan tentunya membuat pasien nyaman agar dapat memberikan kenyamanan secara holistic ( biologis, psikologis,sosial dan spiritual). (*/kam/cho) 

Editor : Hakam Alghivari
#legal #keperawatan #Tujuh #etik #perawat #rumah sakit