BLORA, Radar Bojonegoro - Pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas butuh peningkatan. Sebab, beberapa bangunan dinyatakan tidak memadai untuk layanan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora telah melakukan inventarisasi.
Ditemukan beberapa puskesmas yang butuh bangunan gedung dan lahan parkir. ‘’Iya, puskesmas kami inventarisasi, ada yang mendesak itu pada Puskesmas Kapuan, Kecamatan Cepu. Kondisinya tidak laik,” ujar Kepala Dinkes Blora Edy Widayat kemarin (12/10).
Edy melanjutkan, beberapa puskesmas lain juga butuh perbaikan dan perkembangan gedung seperti Puskesmas Blora dan Cepu. Keduanya butuh perluasan. Karena lahan parkir tidak tersedia. Padahal pasien yang berobat di puskesmas cukup banyak.
‘’Kendala salah satunya ialah lahan masih ada beberapa puskesmas yang dimiliki desa,” katanya.
Ia menegaskan, perbaikan tetap akan dilakukan. Namun, pada tahun ini perlu melihat dan menyesuaikan anggaran dan prioritas pembangunan. Sebab, skala prioritas tahun ini masih difokuskan untuk pembangunan gedung RSUD Randublatung.
‘’Kami membuat skala prioritas, puskesmas yang membutuhkan bantuan kami akan bantu,” ucapnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Blora Santoso Budi Susetyo mengungkapkan, terkait masalah pelayanan kesehatan, beberapa kondisi gedung puskesmas perlu diperbaiki serta dikembangkan. Tidak sedikit yang terkendala aset tanah atau lahan.
‘’Selain itu, juga kebutuhan alat kesehatan di puskesmas yang perlu peremajaan.Termasuk kendaraan operasional di beberapa puskesmas,” bebernya.
Budi mengatakan, khusus Puskesmas Cepu pada tahun mendatang agar sudah ada solusi terbaik terkait masalah gedung. Jangan terdapat ego sektoral antara Dinkes dan Dinas Pendidikan dalam hal penggunaan lahan di Korwil Pendidikan Kecamatan Cepu.
Santoso melihat kondisi gedung Puskesmas Cepu saat ini memprihatinkan. Sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar masyarakat di wilayah Cepu, yang merupakan pintu masuk Kabupaten Blora sebelah timur dan berbatasan dengan Bojonegoro.
‘’Kami masih menemukan banyak keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di tingkat puskesmas sampai dengan rumah sakit swasta maupun milik pemerintah,” terangnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana