RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Klino, Kecamatan Sekar, Bojonegoro memiliki banyak potensi wisata yang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata desa di Kabupaten Bojonegoro. Desa ini berada di kaki Gunung Pandan yang memiliki ketinggian 897 mdpl, bersuhu dingin dan udara sejuk. Satu-satunya desa tertinggi di Bojonegoro.
Kehadiran mahasiswa kuliah kerja nyata tematik kolaboratif (KKN-TK) kelompok 21 dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Desa Klino, diharapkan bisa menjadi agen perubahan untuk masyarakat tempatnya mengabdi. Mengaplikasikan ilmunya, mengedukasi masyarakat dalam mengelola berbagai potensi desa menjadi kawasan perdesaan agrowisata pertanian terpadu (agribisnis).
Sehari sebelumnya, Selasa (15/7/2025), untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat, mereka diberi pelatihan Digital Marketing. Dengan memanfaatkan berbagai platform online, yakni media sosial.
Dalam membentuk ekosistem potensi desa tersebut, KKN-TK 21 juga memiliki program kerja (proker) strategi dalam mengembangkan kawasan Desa Klino. Para mahasiswa mengadakan lomba konten video kreatif Potensi Wisata Desa Klino mengangkat tema: 'Srawung Ing Klino'.
Lomba konten video kreatif ini dihelat untuk mengangkat potensi yang dimiliki Desa Klino ke publik regional hingga nasional. Tentu ada syaratnya, yakni:
- Video berisikan semua wisata dan keindahan Desa Klino.
- Video orisinil (belum pernah dipublish di media sosial apapun).
- Video berdurasi minimal 2 menit, maksimal 3 menit.
- Memiliki diskripsi dan judul singkat (100 kata).
- Peserta lomba khusus warga Desa Klino.
- Pendaftaran lomba mulai 16-22 Juli 2025.
- Batas upload video 9 Agustus 2025.
- Video diunggah di media Instagram masing-masing peserta dan wajib menandai serta memberi hastag: @KKNTK21KLINO @lppmunigoro @folkbjn @KlinoGressSquad #KKNTK21UNIGORO #unigoro #Klinogress
"Kami akan sediakan hadiah ratusan ribu rupiah dan berbagai paket kejutan menarik bagi karya terbaik," jelas Bilqis Ghoniya Zuhrufa, yang juga Ketua KKN-TK kelompok 21 di Desa Klino ini. (cho)
Editor : M. Nurcholis