RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian, Pengabdian, dan Jurnalistik (P2J) Universitas Bojonegoro sukses menyelenggarakan Meet Up ke-6. Dalam meet up tahun ini mengambil dua tema strategis, yakni Pembekalan Pengabdian Masyarakat dan Pelatihan Fotografi (Jurnalistik dan Dokumentasi).
Kegiatan meet up dilaksanakan pada Kamis dan Sabtu (18/01/2025) menempati ruang kelas modern Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro. Puluhan peserta mahasiswa dari berbagai program studi semangat hadir mengikuti.
Pada sesi pembekalan Pengabdian Masyarakat, UKM P2J menghadirkan Muhammad Rizqi Agustino, S.Kom., M.B.A., CHRNLP., CDM., CCC., CSCMP., CCSME., CPC. Selain dosen, Rizqy (panggilan akrabnya) merupakan ahli dan telah berpengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat.
Dalam paparannya, Rizqi menekankan pentingnya mahasiswa memiliki sikap rendah hati serta menghindari mentalitas merasa “paling pintar” ketika berinteraksi dengan masyarakat.
“Mahasiswa harus belajar dari masyarakat, bukan hanya memberikan teori. Inovasi yang relevan dengan era digital harus dihadirkan agar masyarakat dapat menerima dan merasakan manfaatnya,” ungkap Rizqi.
Berbagai contoh program pengabdian yang telah berhasil diterapkan, Rizqi memberikan gambaran nyata tentang bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam memecahkan persoalan di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta. Terutama dalam sesi tanya jawab yang membahas langkah strategis untuk mengaplikasikan teori ke dalam praktik di masyarakat.
Sementara itu, pada sesi khusus Divisi Jurnalistik, UKM P2J mengundang M. Nurcholis, fotografer senior Jawa Pos Radar Bojonegoro. Untuk membahas topik yang mendalam mengenai seluk beluk dalam dunia fotografi. Salah satunya perbedaan Foto Jurnalistik dan Foto Dokumentasi.
Dalam paparan materinya, Nurcholis menjelaskan bahwa dalam foto jurnalistik lebih mengedepankan informasi berupa visual. Dimana dalam visual foto khususnya, harus memiliki elemen-elemen informasi yang disampaikan kepada publik.
"Foto jurnalistik itu tidak hanya asal jeprat jepret saja. Visual foto yang dihasilkan harus memiliki informasi berita, unsur objektif dan rangkaian cerita bisa tersampaikan melalui visual foto," tegasnya.
Sebaliknya, foto dokumentasi lebih berfokus pada aspek dokumen untuk pengarsipan yang dijadikan kebutuhan lembaga, intansi atau pribadi.
“Memahami perbedaan ini penting agar foto yang dihasilkan sesuai dengan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan,” ujar Pak Cho, panggilan akrabnya.
Secara garis besar, dalam paparan yang disampaikan wartawan foto tersebut saat meet up kemarin, fotografi terbagi dua. Yakni fotografi jurnalistik dan dokumentasi. Dua jenis ini perbedaannya sangat tipis keduanya. Foto karya jurnalistik itu dipublish di surat kabar, sementara dokumentasi tidak.
Selain memaparkan teori, dia juga membagikan tips dan materi praktek kepada peserta. Mulai teknik pengambilan gambar hingga pemilihan momen yang tepat. Tentu tetap harus menjaga etika jurnalistik.
Diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait teknis fotografi hingga prinsip-prinsip penyampaian pesan dalam sebuah foto.
Para anggota Divisi Jurnalistik angkatan 2024-2025 terlihat semakin percaya diri dan termotivasi untuk mengasah keterampilan mereka dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, relevan serta santun.
Penyelenggaraan Meet Up ke-6, Ketua Umum UKM P2J Universitas Bojonegoro, Jatmiko Budi Santosa, menegaskan kembali komitmennya untuk membekali anggota dengan keahlian yang bermanfaat di berbagai bidang.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penelitian, pengabdian masyarakat dan jurnalistik saja. Tetapi juga mendorong terciptanya sinergi yang kuat antara teori dan praktik.
"Kami berharap UKM P2J dapat terus berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui berbagai program yang kami jalankan,” jelas Jatmiko.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaboratif, mencerminkan visi UKM P2J untuk terus berkontribusi dalam mencetak mahasiswa yang kompeten, inovatif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (shr/fir/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana