Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Trump Putuskan Balik Arah, Nyatakan Perpajangan Gencatan Senjata dengan Iran Sambil Pertahankan Blokade Selat Hormuz

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 22 April 2026 | 14:26 WIB
(Dok. Anadolu Ajansi)
(Dok. Anadolu Ajansi)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Seminggu lalu (14/4) Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa urusan peperangan antara mereka dengan Iran hampir selesai meskipun bincang perdamaian antara kedua negara berujung kebuntuan. Sebab, pebisnis veteran tersebut meyakini AS berada dalam posisi menguntungkan jika peperangan segera diakhiri, sehingga merasa tidak perlu ada perpanjangan masa gencatan senjata.

Namun seminggu kemudian pada Selasa (21/4), Trump secara mengejutkan memutuskan berbalik arah dan menyatakan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Sedianya, gencatan senjata yang dicanangkan selama dua minggu tersebut bakal berakhir pada Rabu (22/4).

Trump mengklaim perpanjangan masa gencatan senjata dilakukan atas usul dari Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shebbaz Sharif, serta Komandan Militer setempat, Marsekal Asim Munir. Pakistan sendiri berperan menjadi penegah dalam usaha perdamaian AS dan Iran, dan bakal jadi penegah kembali jika kedua negara tersebut kembali berbincang bersama.

“Dengan keadaan Iran saat ini dan atas permintaan dari Pakistan, kami telah diminta untuk menahan sementara serangan terhadap Iran hingga pemerintahan terkait dapat mengajukan proposal yang baru, utuh dan mudah dipahami. Gencatan senjata berlaku hingga Iran dapat mengajukan proposal tersebut, dan ada kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan diskusi bersama,” ungkap Trump melalui media sosial pribadinya, sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera dan WANA.

Baca Juga: Patahkan Rumor Playoff Pengganti, Presiden FIFA Tegaskan Timnas Iran Tetap Bakal Ikut Piala Dunia

Sesuai penjelasan tersebut, Trump tidak menetapkan jangka waktu perpanjangan gencatan kali ini. Selain itu, sang presiden juga tetap memerintahkan angkatan laut mereka (US Navy) untuk memblokade Selat Hormuz.

Kebetulan, pengumuman tersebut dibuat beberapa jam setelah US Navy menahan sebuah kapal tanker di kawasan Selat Hormuz. Dalih mereka, kapal dengan registrasi Botswana tersebut berniat menyelundupkan minyak bumi mentah dari Iran.

Karena itu, Iran memilih bergeming dahulu sebelum blokade jalur laut tersebut dibuka. Lebih luas lagi, karena AS ketahuan melanggar gencatan senjata tersebut tepat di hari pertama, baik karena perbuatan mereka sendiri maupun perbuatan Israel terhadap Lebanon, Iran meminta jaminan agar kaum Paman Sam tidak mengulangi pelanggaran tersebut.

“AS wajib menghentikan tindak pelanggaran gencatan senjata oleh mereka sebelum bincang diplomasi baru dapat dilaksanakan. Setelah mereka membuka blokade mereka, baru kita dapat laksanakan perbincangan kedua di Islamabad,” jelas Duta Iran untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir-Saeid Iravani pada Rabu (22/4).

Sementara itu, Pakistan melalui PM mereka masih berharap bincang diplomasi kedua akan segera terlaksana. “Semoga dengan gencatan kali ini, kedua negara dapat menghormati gencatan tersebut dan dapat mencapai kesepakatan damai dalam diplomasi kedua di Islamabad,” bunyi pernyataan PM Pakistan, Shebbaz Sharif di media sosial pribadinya.

Sedianya, diplomasi kedua antara Iran dan AS bakal dilaksanakan pada Selasa lalu di ibukota Pakistan, Islamabad. Namun karena kedua pihak tidak kunjung mengirimkan perwakilan mereka, bincang diplomasi diputuskan ditunda hingga saat ini. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #donald trump #gencatan senjata #iran #pakistan