Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Caesium, Logam Berat yang Ditemukan Dalam Udang Beku Ekspor dari Banten: Bisa Untuk Jam Atom dan Terapi Kanker

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:20 WIB
Caeisum dalam bentuk cair (Dok. MEL Science)
Caeisum dalam bentuk cair (Dok. MEL Science)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Salah satu lembaga pemerintahan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) mengungkapkan bahwa mereka menemukan kandungan radioaktif dalam beberapa udang yang diekspor dari Indonesia pada Jumat (22/8). Dari hasil pemeriksaan, salah satu udang yang belum sempat naik ke rak supermarket mengandung caesium-137.

Kandungan caesium yang didapat dari pemeriksaan tersebut sebenarnya kecil, yakni 68 Becquerel per kilogram (Bq/kg), jauh di bawah ambang batas sebesar 1.200 Bq/kg. Meskipun demikian, caesium bersifat karsinogenik atau memicu kanker, sehingga tetap dianggap berbahaya.

Caesium (Cs) atau sesium sendiri merupakan salah satu logam berat yang dikenal oleh umat manusia dan tercantum dalam tabel periodik dengan nomor atom 55. Dalam wujud murni, caesium berwarna keemasan, dan dapat menyala dalam gelap.

Caesium memiliki titik lebur atau mencair yang rendah, yakni 28,5 derajat celsius. Sehingga caesium sering dijumpai dengan bentuk cair, sama seperti air raksa atau merkuri (Hg) yang juga merupakan logam berat.

Namun berbeda dengan air raksa, caesium tidak dapat ditemukan secara alami. Dengan kata lain, caesium harus diproduksi di laboratorium, yakni melalui pengolahan mineral polusit. Sehingga logam satu ini cukup langka untuk ditemui di muka umum.

Caesium memiliki banyak isotop (elemen dengan massa atom berbeda) sebanyak 41 biji, namun biasanya hanya tiga isotop yang digunakan oleh umat manusia, yakni Cs-131, Cs-133 dan Cs-137.

Cs-133 merupakan isotop paling stabil diantara semua isotop caesium yang ada. Karena sifat tersebut, lembaga Sistem Satuan Internasional (ISU) menggunakan hasil spektrum emisi Cs-133 untuk menentukan satuan detik dan meter. Selain itu, hasil spektrum emisi ini juga dimanfaatkan sebagai bahan penggerak jam atom, yang diyakini paling akurat dalam menunjukkan waktu.

Sebuah jam atom, dengan tabung caesium. (Dok. Cronologic)
Sebuah jam atom, dengan tabung caesium. (Dok. Cronologic)

Sementara Cs-131 sering digunakan untuk terapi kesehatan anti kanker, karena tidak banyak memancarkan radiasi dan dapat digunakan dalam jumlah kecil. Terapi ini disebut brakhiterapi atau terapi radiasi internal, dan dilakukan dengan memasukkan batang Cs-131 ke dalam tubuh untuk membunuh tumor dalam tubuh pasien.

Menurut HelloSehat, terapi ini dapat digunakan dalam proses pengobatan kanker prostat, kanker rahim, kaker payudara, kenker kulit, kanker empedu, kanker mata dan kanker paru-paru. Bergantung pada tingkat atau stadium kanker, batang Cs-131 dapat dilepas kembali untuk terapi selanjutnya, atau dibiarkan di dalam tubuh sampai sembuh atau sampai batang caesium meluruh.

Logam yang ditemukan dalam udang yang ditemukan FDA, yakni Cs-137 sering dipakai untuk sterilisasi peralatan medis, dan sebagai pembangkit detektor radiasi. Namun, Cs-137 juga lebih sering ditemukan sebagai hasil limbah dari pemecahan uranium untuk kebutuhan produksi nuklir, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dalam jumlah kecil hingga sedang, paparan caesium terhadap tubuh manusia menyebabkan mual, diare dan pusing intens. Namun dalam jumlah besar, caesium dapat menyebabkan leukemia, pendarahan organ dalam, dan serangan jantung.

Salah satu peristiwa luar biasa yang terjadi akibat paqparan Caesium terjadi di Goiania, Brazil pada 1987. Dua orang tukang loak setempat mencuri alat terapi caesium dari sebuah rumah sakit yang telah ditutup.

Karena ketidaktahuan mereka dan mengira bahan tersebut sebagai bubuk sakti, mereka membagikan bubuk caesium dalam alat terapi tersebut tersebut kepada tetangga dan sanak saudara mereka. 

Akibatnya, lima orang meninggal akibat paparan radiasi terus-menerus, termasuk salah seorang sanak saudara dari tukang loak yang harus dimakamkan dalam peti mati dengan segel timbal untuk menekan persebaran radiasi, berhubung ada banyak bubuk caesium di dalam dan luar tubuhnya. Sementara total 249 warga terpapar radiasi dalam jumlah besar, namun masih selamat, termasuk para tukang loak. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#caesium #amerika serikat #Atom #nuklir #terapi kanker #kanker #fda #jam #udang #logam #radioaktif #logam berat #isotop #Cesium 137 #radiasi #waktu