Sebab, beberapa informasi didapatkan cewek masih siswi tersebut sempat mendapatkan cemoohan melalui media sosial. "Setelah kejadian tersebut, beberapa story WA ada yang mengejek cewek (inisial B) yang jadi rebutan," ujar salah satu siswa SMAN 1 Cepu tidak ingin disebutkan namanya.
Ia menjelaskan, ejekan itu melalui story WhatsApp (WA) dengan menampilkan wajah dengan keterangan mengejek. Terkait aktivitas belajar di sekolah, menurutnya masih seperti biasa. Cewek menjadi rebutan tadi tetap masuk sekolah setiap hari.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Blora Amida Hayu Kristiana menjelaskan, sampai saat ini belum ada laporan terkait cewek yang diperebutkan mendapatkan perundungan. Namun, pihaknya berjanji akan pendampingan jika terganggu psikologisnya.
"Kami belum cek ke sekolah, tapi kalau memang ada laporan, dan cewek tadi ada trauma psikologis akan kami dampingi," jelasnya.
Amida menjelaskan, saat ini masih memantau kondisi psikis para korban. Pemantauan dua minggu ke depan. "Kami dari dinsos fokus pendampingan korban, dua orang yang didampingi masih sekolah SMK di Bojonegoro semua," katanya.
Mencegah perundungan, menurut dia, perlu kerja sama dengan stakeholder lain, terlebih dinas pendidikan. "Kalau kami hanya sebagai pemenuhan hak, untuk di sekolah kewenangan penuh dinas dan instansi pendidikan," terangnya.
Sedangkan untuk tujuh pelaku juga masih usia pelajar, pendampingan ditangani tim Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pati. Mendapatkan pendampingan khusus anak berhadapan hukum. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto