Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Naufaheesyam Al-Faaruq Ramadhan, Peraih Juara 2 M-Kyorugi Kejurprov Taekwondo Jawa Timur: Berangkat Latihan Selalu Diantar Ibunya

Dewi Safitri • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:30 WIB
BERPRESTASI: Naufaheesyam Al-Faaruq Ramadhan berhasil mearih 2 M-Kyorugi Kejurprov Taekwondo Jawa Timur. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERPRESTASI: Naufaheesyam Al-Faaruq Ramadhan berhasil mearih 2 M-Kyorugi Kejurprov Taekwondo Jawa Timur. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Bullying tidak membuat Naufaheesyam Al-Faaruq Ramadhan lemah. Justru, menjadi pemantik semangatnya untuk berdiri lebih berani dan mengukir banyak prestasi 


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


PUKULAN itu mungkin sudah lama berlalu. Namun, rasa takut yang pernah singgah di hati kecil Naufaheesyam Al-Faaruq Ramadhan masih tersimpan dalam ingatannya.

Bocah yang akrab disapa Faheem itu pernah menjadi korban bullying. Diganggu, dipukul, hingga membuatnya enggan melawan.

Kala itu, Taekwondo hadir bukan sekadar sebagai olahraga. Bela diri asal Korea Selatan tersebut menjadi jalan bagi Faheem untuk menemukan kembali keberanian dalam dirinya.

Awalnya sempat menolak saat diminta belajar bela diri. Karena dianggap identik dengan perkelahian. Namun, nasihat sang kakak perlahan mengubah cara pandangnya. Taekwondo, bukan tentang mencari musuh. Tetapi tentang melindungi diri sendiri dan belajar menjadi lebih kuat.

Baca Juga: Naura Auni Shalihah Mahardika, Peraih Medali Perunggu OMNAS-15: Bercita-cita Menjadi Diplomat dan Keliling Dunia

Dan benar saja. Dari dojang kecil tempatnya berlatih, Faheem mulai mengenal disiplin, sportivitas, hingga keteguhan hati. Bocah 10 tahun asal Perumda Bojonegoro itu perlahan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

Latihan demi latihan dijalaninya dengan penuh semangat. Ia menikmati setiap momen mengenakan dobok putih lengkap dengan pelindung kepala, badan, tangan, hingga kaki. Baginya, penampilan itu membuat dirinya terlihat seperti anak kecil dari Korea.

“Rasanya keren sekali,” ujarnya.

Tak hanya fisik yang ditempa. Mental siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro itu pun ikut dibangun. Ia belajar menerima kekalahan, menahan rasa sakit, dan bangkit saat terjatuh di arena pertandingan. Semua proses itu membuatnya memahami bahwa kemenangan bukan sekadar soal medali.

Perjalanan Faheem sempat diuji saat cedera patah tulang pergelangan kaki menghentikan langkahnya hampir satu tahun. Bahkan, harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas di sekolah. Kejuaraan dan ujian kenaikan tingkat pun terpaksa dilewatkan.

Namun cedera itu justru membuatnya semakin kuat. Dukungan dari pelatih, teman-teman dojang, guru sekolah, hingga sang ibu menjadi tenaga besar untuk kembali berdiri.

“Cedera boleh membuat kaki saya patah. Tapi, tidak mematahkan semangat saya untuk kembali ke Taekwondo. Justru membuat saya lebih semangat berlatih kembali,” terangnya.

Ibunya berperan paling penting di balik perjalanan Faheem. Perempuan itu tak pernah absen mengantar latihan, menunggu hingga selesai, hingga berteriak memberi semangat saat putranya bertanding.

Baca Juga: Arfadila Ramadani, Atlet Pencak Silat Asal Kecamatan Trucuk: Gugup dan Takut ketika Tanding Perdana

Dengan tekad kuat berbalut semangat hebat, prestasi demi prestasi sukses diukir Faheem. Mulai Juara 1 prakadet putra Kejurkab antar pelajar Bojonegoro 2024; Juara 2 M-Kyorugi Kejurprov taekwondo Championship Jatim Reborn 2024 di Malang; Juara 2 M-Kyorugi Kejurprov piala wali kota Surabaya se-Jatim 2024 di Surabaya; Juara 2 M-Kyorugi kejuaraan taekwondo jatim open piala koni pusat RI 2024 di Malang; Juara 2 M-Kyorugi Kejurprov antar pelajar dan mahasiswa taekwondo Jawa Timur 2024 di Malang; dan Juara 3 Kyorugi prakadet U-26kg pada Popkab 3 Bojonegoro 2025.

Bagi Faheem, Taekwondo bukan hanya tentang tendangan dan pertandingan. Lebih dari itu, olahraga tersebut telah mengubah seorang anak korban bullying menjadi pribadi yang lebih berani, lebih kuat, dan percaya pada dirinya sendiri.

“Ingin menjadi atlet Taekwondo Nasional yang bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa. Semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi atlet yang mewakili daerah. Bahkan, negara saya untuk bertanding ke berbagai tempat dan belahan dunia,” harapnya. (*/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #taekwondo #bojonegoro #bela diri #keberanian