Menekuni Pencak Silat sejak 2021, Aisya Syah Putri pernah merasakan kegagalan dalam meraih prestasi. Namun ketekunan dan pantang menyerah mengantarkan Aisya berhasil meraih prestasi di Unesa Pencak Silat Challenge Competition (UPSCC) III.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
PANTANG menyerah dan belajar dari kegagalan menjadi faktor yang mengantarkan Aisya Syah Putri meraih prestasi di kejuaraan pencak silat UPSCC III bulan lalu. Walau belum mencapai target juara 1, namun prestasi juara 2 tetap membuat Aisya senang dan bangga dengan pencapaiannya.
‘’Merasa senang, terlebih pelatih bangga dengan proses dijalani dan hasil didapat,” ungkap siswi SMAN 1 Kedungadem tersebut.
Siswi 17 tahun tersebut berhasil meraih prestasi berkat ketelatenan dalam menekuni pencak silat hampir lima tahun. Selain itu, kegagalan pernah dirasakan menjadi motivasi untuk bisa meraih prestasi.
‘’Pernah gagal dan belajar dalam kesalahan tersebut hingga bisa meraih prestasi,” ujar atlet asal Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem tersebut.
Selama bertanding di UPSCC III berbagai kendala sempat dialami Aisya. Salah satunya mengalami cedera ketika pertandingan berlangsung. Namun cedera tersebut tak meruntuhkan semanganya. Justru lebih termotivasi untuk menunjukkan performa terbaik.
‘’Cedera waktu pertandingan tetapi itu hal yang wajar,” jelas siswi kelas 11 tersebut.
Persiapan dijalani siswi menekuni pencak silat sejak 2021 tersebut tak mudah. Mulai dari memastikan berat badan stabil sesuai dengan kelas pertandingan, menjaga pola makan, jam tidur, hingga latihan fisik secara rutin. Hasilnya perjuangan dilakukan selama persiapan berbuah prestasi.
Aisya sendiri tertarik menekuni pencak silat karena ingin meraih prestasi di bidang non-akademik. Terlebih sadar kemampuan di bidang akademik tak menonjol. Sehingga memilih pencak silat sebagai wadah dan sarana untuk berprestasi.
‘’Juga hobi pencak silat,” ungkapnya.
Menurut Aisya pencak silat bisa mengajarkan tanggung jawab antar tim, komitmen dan rasa persaudaraan yang erat. Walau terkadang merasakan duka yaitu saat salah satu di antara tim ada yang gagal meraih prestasi.
Ke depan Aisya bertekad menjadi atlet pencak silat profesional. Sehingga berkomitmen terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Juga mengikuti berbagai kejuraan di dalam maupun luar Bojonegoro. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana