Raynar Farras Kurnia Putra langganan juara sejak SMP. Pria akrab disapa Raynar itu kembali menyabet Medali Perak Olimpiade Nasional Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia November 2025.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
KETERTARIKAN Raynar Farras Kurnia Putra pada bumi dan segala rahasianya sudah tumbuh sejak TK.
Tepatnya, ketika fenomena gunung kelud erupsi. Menyaksikan peneliti mengamati getaran bumi dengan seismometer. Juga, dari semburat abu vulkanik yang menyembur. Ia menemukan pesona tersendiri.
Dengan tekad kuat yang tertanam, remaja 16 tahun tersebut tiada lelah mengukir prestasi demi prestasi membanggakan.
Terbaru, Raynar sapaannya, sukses meraih Medali Perak dalam Olimpiade Nasional Geografi (ONG) Fakultas MIPA Universitas Indonesia 2025.
Sejak SD telah akrab dengan dunia olimpiade. Mulai IPA, lalu berbelok ke IPS saat SMP, hingga akhirnya menemukan rumah sejatinya ketika duduk di bangku SMA, yakni Geografi.
Sebuah bidang yang bukan sekadar hafalan peta dan nama-nama bentang alam, melainkan cara membaca denyut bumi, memahami arah angin, dan mengerti bahasa batuan.
Kelas tujuh menjadi titik awal Raynar benar-benar menyelami dunia ini, mengambilnya sebagai passion, memeluknya sebagai kompas yang menuntun masa depan.
‘’(Memilih dunia ini) Karena sesuai passion dan rencana kuliah mau mengambil di Perencanaan Wilayah ITB. Atau, di Geografi Lingkungan UGM. Pilihan terakhirnya di Teknik Sipil UI,’’ ujar siswa SMA Plus Ar-Rahmat tersebut.
Sejak kelas delapan SMP, Raynar sudah bergelut dengan Olimpiade Geografi Nasional (Olgernas).
Menurutnya, olimpiade ini cukup seru, berbeda dengan olimpiade pada mata pelajaran lainnya.
Karena ada tes lapangan, observasi, hingga proposal perencanaan seperti pembangunan dan sebagainya.
‘’Sama multimedia yang biasanya mengidentifikasi, menganalisis gambar, grafik data, dan hal-hal lain seperti pengetahuan umum. Terkadang juga ada tes laboratorium yang menggunakan alat-alat geografi atau mengidenifikasi batuan, tanah, dan lainnya,’’ lanjutnya.
Rangkaian prestasi sukses diukir Raynar sejak masih duduk di bangku SMP hingga saat ini. Beberapa kejuaraan yang berhasil dimenangkan ketika SMP.
Meliputi, Juara 7 OSN SMA Bidang Geografi Tingkat Kabupaten / Kota 2024; Juara 1 MBI Big Fair (MBF) Bidang Science, Social, And Math MBI Ammanatul Ummah Pacet, Mojokerto Tingkat Nasional 2024; Juara 1 Incredible Sixteen Olympiad (ISO) Bidang Sosial SMAN 16 Surabaya Tingkat Nasional 2024; Medali Perak OLGENAS International Geolympiad UGM Tingkat Internasional 2024; Juara 1 KSM Bidang IPS Tingkat Kabupaten/Kota 2023; dan juara 2 ASTEC Bidang Sosial SMA Al-Hikmah Surabay Tingkat Nasional 2023.
Berlanjut dengan capaian membanggakan ketika SMA, diantaranya sukses meraih Medali Perak ONG UI tingkat Nasional 2025; Honorable Mention National Geography Olympiad (NAGEON) UM tingkat Nasional 2025; Medalis Perunggu Geography Championship (GEOCHAMP) Unnes tingkat Nasional 2025; Juara 6 OSN SMA bidang Geografi tingkat Kabupaten / Kota 2025; Juara 1 dan Kategori Best Jinggle Festival Hadrah tingkat Kabupaten / Kota 2025; dan Juara 2 Tartil Quran Muharram Festival (MUFEST) Ar Rahmat tingkat Sekolah 2024.
Dia menceritakan, untuk lomba di UI merupakan hasil dari evaluasi dan pengalaman lomba-lomba sebelumnya.
Hingga sukses meraih medali perak dan tes lapangan mendapat nomor 2. Uniknya, ia menjalani lomba dengan kondisi jempol kaki yang sakit akibat main bola seminggu sebelum berangkat.
Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi penghalang, melainkan sebagai bumbu-bumbu pelengkap cerita keberhasilannya.
‘’First time membuat proposal perencanaan 8 halaman dalam waktu 210 menit. Saat di sana juga ketemu teman-teman sekomunitas, meskipun biasanya cuma belajar bareng via online. Tapi, sudah akrab kayak teman sekelas,’’ kisahnya.
Meski kerap meraih keberhasilan atas apa yang diusahakan. Namun, tidak semua hari terang.
Ada masanya overthinking merayap pelan, ketika hasil lomba tidak sesuai harapan. Namun, satu keyakinan yang selalu dipegang Raynar. Bahwasannya, kegagalan adalah pondasi untuk kesuksesan. (*/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko