Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mintorowati, Pengusaha dan Pegiat Edukasi Anak dari Bahan Flanel: Awalnya Kepepet, Belajar Otodidak, Kini Pesanan hingga Luar Jawa

Hakam Alghivari • Senin, 6 Januari 2025 | 22:30 WIB

 

 

ULET: Keuletan Mintorowati belajar menekuni aneka kerajinan tangan secara otodidak membuahkan hasil. Acapkali terima kunjungan siswa sekolah yang ingin belajar.
ULET: Keuletan Mintorowati belajar menekuni aneka kerajinan tangan secara otodidak membuahkan hasil. Acapkali terima kunjungan siswa sekolah yang ingin belajar.

Mintorowati merasa kepepet biaya saat memiliki anak satu di bangku taman kanak-kanak (TK). Hingga akhirnya berhasil memunculkan ide bisnis dan edukasi mainan anak-anak dari kain flanel dan katun.

YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


MENJADI perempuan bak dihimpit berbagai pilihan berat. Tantangan kerap kali datang dan menyelimuti. Merasa tenang sehari seperti hal yang sulit didapat, terutama ketika menjadi ibu rumah tangga.

Ingin fokus ranah domestik dan anak-anak menjadi hal yang acapkali mustahil. Dorongan berdaya khususnya ekonomi selalu muncul. Seperti dirasakan Mintorowati, pengusaha dan pegiat mainan edukasi anak-anak dari kain flanel dan katun.

Awalnya, perempuan kerap disapa Mimin ini merupakan ibu rumah tangga yang berpendidikan. Lulusan sarjana ekonomi. Namun, kebutuhan mendorong dirinya keluar dari zona nyaman. Tepatnya pada 2005 silam, saat memiliki anak yang duduk di bangku TK.

Karena, awalnya sudah memiliki hobi membuat kerajinan tangan akhirnya ia memutuskan membuka usaha sesuai keterampilannya. Bahkan, tidak melalui kelas atau pelatihan tertentu, Mimin memulai usaha dengan otodidak.

Menurutnya, menggunakan ilmu kepepet karena sebagai ibu muda saat itu dan butuh pemasukan dari usaha sampingan. ’’(Belajar) otodidak pakai ilmu kepepet,” ucap warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota itu.

Dia mengatakan, menjadi penggerak dan motivator pebisnis pemula sekaligus trainer keterampilan bekerja sama dengan dinas terkait. Juga, menjadi instruktur pelatihan wilayah ring satu Kecamatan Gayam.

Produknya pun cukup beragam. Dari tema buah, satwa, hingga sovenir ulang tahun dan pernikahan. Kini Mimin berhasil menjadi produsen mainan edukasi anak, showroom flanel, serta gallery craft.

Tokonya sekarang menjadi pusat oleh-oleh mainan edukasi flanel di Bojonegoro. Produknya sudah terdaftar dengan nama Chryssandra. Namun, dia mengaku, perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Terjadi beberapa kendala.

Baca Juga: Halte Pintar, Karya Dua Siswi SMA yang Lolos 25 Besar Kompetisi Nasional: Manfaatkan Angin dan Matahari untuk Diubah Menjadi Energi Listrik

Dia antaranya sumber daya manusia (SDM) yang dilatih tidak konsisten menjadi bagian dari tim edukasi. Selain itu, pandemic Covi-19 juga menjadi masalah karena permintaan produk kian menurun. ’’Sulit mencari tim yang mau terjun di dunia jahit tangan,” imbuhnya.

Saat ini, Mimin berhasil bekerja sama dengan berbagai sektor usaha seperti pusat perbelanjaan sampai toko buku. Seperti Malang Strudel dengan sebelas outlet, Togamas dengan 18 outlet, dan beberapa swalayan di Bojonegoro. Bahkan, menurutnya, juga melayani pemesanan hingga luar Jawa. ’’Setiap bulan ada kunjungan sekolah,” pungkasnya. (*/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#inovasi #ide #mainan anak-anak #Bisnis #Edukasi #bojonegoro #kerajinan #kain