Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ahmad Ali Mutho’, Pendongeng Andal Tirukan Aneka Macam Suara: Pernah Digantikan ODGJ Saat Mendongeng

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 16 Agustus 2024 | 19:27 WIB
EKSPRESIF: Kang Mutho’ bersama boneka peraga kesayangannya mampu menceritakan dongen yang menarik.
EKSPRESIF: Kang Mutho’ bersama boneka peraga kesayangannya mampu menceritakan dongen yang menarik.

Keahlian Ahmad Ali Mutho’ dalam mendongeng patut diacungi jempol. Dia selalu berhasil memikat hati anak-anak melalui dongeng yang disampaikannya.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


GELAK tawa menguar dari anak-anak melihat aksi panggung dari pendongeng andal asal Desa Geger, Kecamatan Kedungadem. Sorot takjub dari banyaknya pasang mata tersembahkan ketika mendengar beberapa karakter suara terucap hanya dari satu orang.

Ahmad Ali Mutho, pendongeng berusia 29 tahun tersebut mahir membawakan berbagai cerita menakjubkan. Dengan iringan instrumen lagu dan alat peraga boneka, ia beraksi menunjukan keahliannya.

’’Saya bisa menirukan suara gajah, ayam, monyet, kereta, kuda berlari, hingga suara Bang Jarwo. Tidak hanya itu, suara anak kecil, suara seram, suara ilustrasi angin, dan berbagai lainnya juga bisa,” ujarnya.

Kak Mutho’, sapaan akrabnya, memang telah memiliki keahlian di dunia peran atau teater. Saat SMA hingga kuliah, ia mengikuti teater. Bahkan, sering pentas ke luar kota. Mulai dari kabupaten tetangga, seperti Lamongan dan Tuban. Ia juga pernah pentas di Madura hingga Solo.

Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro tersebut merasa lemah di peran, namun kuat di suara. Sehingga, memutuskan untuk mulai mendalami bidang storytelling sejak 2017.

Darah pendongeng menurun dalam diri Kak Mutho’. Mengingat, sang ayah juga ahli bercerita, terutama tentang zaman dulu dan cerita-cerita lainnya. Dari situ, ia mencoba secara otodidak mengikuti jejak sang ayah dan memberikan cerita kepada anak-anak saat KKN.

Kemudian, memperdalam kemampuan storytelling-nya dengan belajar bersama Ketua Kampung Dongeng Bojonegoro Kak Budi. ’’Saya suka melihat anak-anak tertawa lepas, bahkan sampai pernah ada yang tertawa kepingkal sampai terguling dari tempat duduknya. Itu yang membuat saya suka di dunia ini,” katanya.

Beragam pengalaman menarik didapatkan Kak Mutho’ selama berkecimpung di bidang story telling. Tak jarang ia menjadi pemateri untuk mengisi berbagai kegiatan dan pelatihan mendongeng. Baik di dalam maupun luar kota.

Bahkan, setiap tahun ia langganan menjadi pemateri di Museum Kambang Putih Tuban dalam kegiatan belajar bersama museum (BBM). Selain itu, aktif mendongeng di kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro.

Beragam cerita menarik mengiringi perjalanan Kak Mutho’ sebagai pendongeng. Mulai dari kesasar di tengah hutan ketika pulang mendongeng. Hingga, pernah waktu bercerita di depan sekitar 300 peserta TK, ia digantikan oleh orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

’’Waktu di tengah saya bercerita, ada ODGJ naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon saya. Kemudian, gantian ODGJ tersebut yang bercerita,” kisahnya. Dia mengatakan, meski terkadang harus bangun pagi dan berangkat sebelum Subuh karena lokasi mendongeng yang jauh. Namun, ia senang ketika habis mendongeng selalu ada cerita baru.

Seperti, ada anak kecil yang ikut pulang dan terkadang juga tidak boleh pulang.  ’’Dari bercerita, saya ingin anak zaman sekarang bisa lebih aktif dalam literasi dan santun dalam bertutur kata. Saya acungi jempol, anak sekarang cerdas luar biasa, tapi harus dibarengi dengan tutur kata yang santun,” pungkasnya. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#monyet #Belajar Bersama Museum #Aneka #Ayam #gajah #ODGJ #bojonegoro #suara #pendongeng #macam #kereta #IKIP PGRI