Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Alfina Nas’ul Latifah, Pendaki Perempuan asal Kecamatan Sumberrejo: Bermula dari Pramuka, Berlanjut Mendaki 20 Gunung

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 8 Agustus 2024 | 19:55 WIB
PUNCAK GUNUNG: Gunung Merbabu yang berada di Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dari dua puluh puncak gunung yang telah ditaklukkan Alfina Nas’ul Latifah. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PUNCAK GUNUNG: Gunung Merbabu yang berada di Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dari dua puluh puncak gunung yang telah ditaklukkan Alfina Nas’ul Latifah. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Alfina Nas’ul Latifah terjerumus hobi mendaki gunung. Juga menjadi sosok perempuan tangguh yang berpengalaman mencapai puncak gunung dengan trek ekstrem di Pulau Jawa.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


ALFINA Nas’ul Latifah, masih kerap membagikan pengalamannya mendaki gunung di media sosial (medsos). Berkat perjalanannya di atas ketinggian, membuat perempuan asal Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo itu menjadi perhatian warganet hingga memiliki lebih dari 12 ribu pengikut.

Nana, sapaannya, menceritakan bahwa, pendakiannya bukan hanya gunung-gunung yang lumrah dilewati pendaki. Namun, juga gunung dengan jalur ekstrem. Hobi yang cukup menantang tersebut, membuatnya memiliki berbagai pengalaman selama perjalanan.

’’Sudah (mendaki) 20 gunung, dan beberapa gunung yang naiknya lebih dari satu kali,” ungkap perempuan alumnus Pondok Pesantren At-Tanwir tersebut. Selama berjalan di belantara alam liar tersebut, berbagai suka duka pun dilewati.

Mulai jalur ekstrem yang menguras fisik, mental, dan waktu. ’’Untuk saat ini yang paling membekas di Gunung Slamet, kebetulan lewat jalur permadi guci yang kemiringan trek cukup sulit dan panjang,” ungkapnya.

Gunung di Jawa Tengah yang memiiliki ketinggian hingga 3.432 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu, seolah memberi pelajaran berharga untuk mencapai puncak. Selain terjal, tingkat kemiringan trek dapat mencapai 80 derajat.

Namun, pemandangan setelah melewati terjalnya jalan, membuatnya rasa lelah seakan menghilang dan percaya diri untuk semakin mencintai alam. Tak hanya Gunung Slamet yang dijuluki ‘atap Jawa Tengah’ karena menjadi gunung tertinggi di provinsi tersebut, namun Gunung Gede di Provinsi Jawa Barat, pernah didakinya.

’’Selain Slamet, gunung yang memberi pengalaman berharga yakni Gunung Gede,” imbuhnya. Perempuan yang saat ini berkuliah di Universitas Bojonegoro itu menceritakan, hal tersebut merupakan pengalaman pertamannya mendaki gunung di Jawa Barat, dan menempuh perjalanan panjang bahkan sebelum memulai pendakian.

Akhirnya, dirinya harus tektok atau langsung turun tanpa camping dan mendirikan tenda. Hal itu membuat mental dan fisiknya seakan ditantang untuk tetap tangguh. Terlebih, saat perjalanan turun, melewati jalur yang berbeda dari jalur berangkat atau lintas jalur.

Berbagai hal ekstrem yang menguras tenaga itu, tak membuat dirinya kapok. Sebab, rutinitasnya mendaki gunung, sudah melekat di hidupnya.  Bahkan, rasa lelah yang dirasakannya justru menjadi obat dari kepenatannya.

’’Meski terkadang ada beberapa gunung yang cukup ramai, tapi tetap merasakan tenang saat penat,” ungkap perempuan 22 tahun itu. Namun, kecintaannya mendaki bukan hanya terjadi baru-baru ini.

Ternyata, ia berkenalan dengan dunia mendaki berawal saat mengikuti kegiatan Pramuka. ’’Mendaki kali pertama pada 2017, ke Gunung Pundak, Mojokerto, saat pendakian Pramuka. Habis itu kok ternyata ada hal yang aku pernah rasakan sebelumnya, akhirnya ketagihan sampai sekarang,” ceritanya. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Perempuan #medsos #pondok #At Tanwir #Pesantren #sumberrejo #Hobi #Pendaki #pramuka #Kecamatan 2x11 Kayutanam #Gunung