Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Siti Mardhiyah, Pengusaha Crafter, Dekorator, dan MUA asal Kecamatan Ngasem: Tantangan dari Pelanggan Jadi Pelecut Semangat Belajar

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 20 Juli 2024 | 18:31 WIB
KREATIVITAS: Hasil dekorasi Siti Mardhiyah begitu anggun dan elegan. Semangat belajarnya pada bidang kreatif layak diacungi jempol. (IST/RADAR BOJONEGORO)
KREATIVITAS: Hasil dekorasi Siti Mardhiyah begitu anggun dan elegan. Semangat belajarnya pada bidang kreatif layak diacungi jempol. (IST/RADAR BOJONEGORO)

 

Optimalisasi kreativitas yang dimiliki Siti Mardhiyah mengantarkannya menjadi seorang pengusaha di bidang crafter, dekorator, dan MUA. Ia selalu tertantang belajar hal baru.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


TANGAN kreatif Siti Mardhiyah mampu menghasilkan aneka kerajinan dengan nilai seni tinggi. Keahliannya dalam membuat beragam kreasi secara terampil menjadi sumber datangnya pundi-pundi rupiah dalam hidupnya.

Hobi bergulat di bidang seni kerajinan kreatif, membuat ia berhasil menjadi seorang perajin yang dipercaya para pelanggannya. Perempuan asal Desa Sambong, Kecamatan Ngasem tersebut mulai berkecimpung di dunia kerajinan sejak 2015 lalu.

Tepatnya, ketika bergabung salah satu komunitas craft di Bojonegoro. Dari situ, ia sering melakukan pelatihan, sharing ilmu, hingga mengikuti berbagai event di Bojonegoro. Terjatuh, berhenti, lalu bangkit dan lari lebih kencang lagi.

Kalimat tersebut menggambarkan jatuh bangun usaha Dhiyah di bidang craft. Ketika usahanya di bidang kerajinan mengalami penurunan penjualan secara signifikan saat pandemi Covid-19. Terlebih, saat itu event-event di Bojonegoro juga ditiadakan.

’’Penjualan online, offline, bahkan event-event di Bojonegoro ditiadakan saat Pandemi Covid-19 itu,” ujar generasi milenial tersebut. Meski harus melewati masa-masa sulit, namun Dhiyah tidak pernah menyerah.

Ia memutar otak terus bergerak pada usahanya di bidang kerajinan. Dari situ, ia memiliki ide membuat usaha dekorasi acara di rumah. Mengingat, saat itu terdapat keterbatasan dalam melakukan aktivitas sosial. Terlebih, yang melibatkan banyak orang.

Dari situlah, lahir usaha dekorasi yang dirintisnya dari awal. Berkat tekad dan ketekunannya dalam menjalankan usaha tersebut. Membuat usaha dekorasi diyah terus berkembang dari waktu ke waktu.

Bahkan, saat ini, usaha dekorasinya telah merambah berbagai acara. Tidak puas hanya dalam satu profesi sebagai dekorator. Dhiyah terus mengembangkan sayapnya menguasai berbagai keahlian lainnya. Ia sama sekali tidak menyia-nyiakan bakat terampil kedua tangannya.

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan tata rias atau semacamnya. Dhiyah memberanikan diri menjadi make up artist (MUA). Ia mulai mengikuti private class di salah satu MUA di Bojonegoro.

Dengan semangat, ia terus belajar dan berproses mencapai semua mimpinya. Terlebih, sebagai MUA harus benar-benar bisa mengikuti tren saat ini. Sehingga, penting untuk terus update skill yang dimiliki.

Alumni Madrasah Aliyah (MA) Asy Syakur, Kecamatan Ngasem tersebut mengatakan, karena hobi, sehingga melakukan semua hal tersebut dengan suka cita. Terlebih, pekerjaan yang dilakukannya merupakan hobi yang dibayar. Sehingga, terasa menyenangkan.

’’Kalau ada tantangan atau request dari pelanggan. Malah membuat semangat dan antusias untuk belajar lebih baik lagi,” katanya. Selain mendatangkan pundi-pundi rupiah sebagai pendapatan.

Bagi Dhiyah, pekerjaan sebagai crafter, dekorator, dan MUA juga mendatangkan beragam pengalaman berharga. Mengingat, dalam pekerjaan jasanya ia bertemu dengan banyak orang. Sehingga, harus bisa berkomunikasi dan sabar menghadar berbagai macam jenis karakter orang.

Bahkan, tak jarang pekerjaannya mengharuskan untuk berangkat dini hari. ’’Sebelum subuh, kadang jam 01.00 WIB atau 02.00 WIB sudah harus berangkat untuk MUA. Tapi, itu tergantung lokasi. Intinya, harus sabar menghadapi berbagai macam watak klien,” lanjutnya.

Meski tidak mudah, namun ia mampu melalui segala tantangan tersebut dengan baik. Bahkan, tak jarang ia mendapat testimoni baik atas kepuasaan para pelanggan. Hal tersebut menjadi semangat sekaligus pencapaian terbaiknya selama berkecimpung dalam pekerjaan jasa kreatif. (*/bgs)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kreatif #desa sambong #ma #kecamatan ngasem #belajar #bojonegoro #Hobi #MUA #kerajinan